seputarpapua.com

Pendeta Rona Harap Umatnya Tetap Ikuti Arahan Pemerintah di Tengah Pandemi

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
Pdt. Rona N Soumokil, STh. (Foto: Ist)
Pdt. Rona N Soumokil, STh. (Foto: Ist)

TIMIKA | Tak terasa Natal 2020 yang dinanti-nanti umat kristiani di seluruh dunia segera tiba. Dekorasi bertema Natal pun mulai menghiasi daerah-daerah di Papua dengan penduduk mayoritas Kristen.

Pandemi Covid-19 yang melanda dunia membuat suasana perayaan kelahiran Kristus tahun ini terasa sangat berbeda. Namun, kondisi ini tak menyurutkan kegembiraan dengan sesama.

Meski kebijakan pembatasan sosial membuat relasi dan interaksi menjadi terbatas, umat kristiani di Kabupaten Dogiyai, Provinsi Papua meyakini betul ada rencana Tuhan yang indah di balik bencana ini.

“Satu hal yang harus kita percaya dan yakini bahwa kasih Tuhan itu luarbiasa dalam kehidupan setiap orang,” kata Ketua Jemaat GKI Koinonia Moanemani Dogiyai Pdt. Rona N Soumokil, STh.

Pdt. Rona Soumokil mengatakan, sebagai umat kristiani harus percaya bahwa badai akan berlalu. Ada maksud Tuhan di balik semua hal yang terjadi melalui wabah Covid-19.

“Untuk masing-masing kita bisa mengintrospeksi diri, yang terbaik menurut ukuran Allah dan apa yang harus kita lakukan sebagai orang-orang percaya,” katanya.

Ia berpesan, Natal tahun ini mestinya bukan membuat umat Tuhan merasa sedih dan berputus asa. Akan tetapi, harus dengan iman pengharapan yang sungguh bahwa Kristus adalah Imanuel senantiaaa menyertai kehidupan umat-Nya.

“Jangan mengandalkan kekuatan dan kemampuan yang ada dalam diri kita, tetapi selalu berharap dan berserah diri untuk Tuhan,” tuturnya.

Disamping itu, Pdt. Rona mengajak seluruh umat kristiani di Dogiyai tetap mengikuti seluruh arahan dari pemerintah. Sebab, pemerintah adalah hamba Tuhan yang menjadi wakil Tuhan di dunia ini.

“Tanggung jawab mereka untuk kita sekalian, sehingga kita harus mewujudnyatakan kasih dan kebaikan Tuhan yang kita alami dalam sikap dan tindakan kita yang benar-benar nyata dan peduli,” imbuhnya.

Menurutnya, dengan mematuhi segala anjuran guna menjaga keselamatan diri, keluarga dan orang lain, adalah bagian dalam menuaikan ibadah kepada Tuhan.

“Peduli diri sendiri, orang lain, juga mengamanatkan apa yang diamanatkan oleh pemerintah karena mereka juga abdi Allah,” ucapnya.

Berada dalam zona hijau, jemaat GKI Koinonia Moanemani tetap melaksanakan rangkaian ibadah dengan menerapkan protokol kesehatan. Ibadah hari minggu dilakukan dua kali untuk menerapkan jaga jarak.

Seperti umumnya rumah ibadah di tengah pandemi, GKI Koinonia mewajibkan jemaat pakai masker, cuci tangan dan jaga jarak. Mereka juga menyiapkan hand sanitizer dan penyemprotan disinfektan sebelum jemaat masuk ke dalam gereja.

“Sebelum ibadah jam 9 pagi, seluruh ruangan itu sudah disterilkan. Begitu juga sesudah ibadah jam 9, disterilkan untuk ibadah kedua jam 11,” kata Pdt. Rona.

Disamping itu, masyarakat Dogiyai memang perlu waspada mengingat daerah itu jadi lintasan jalan trans Papua menuju Paniai yang sempat menjadi zona merah penyebaran Covid-19.

“Sekali lagi, warga jemaat memberikan support yang positif kepada kami majelis gereja bisa mengatur ini semua, dan semua berjalan baik,” kata dia.

Reporter: Sevianto Pakiding
Editor: Misba Latuapo
Berita Terkait
Baca Juga