Peneliti UNIPA: Manfaat Ekstrak Tailing Freeport Tingkatkan Produksi Pangan Lokal

REKLAMASI | Area reklamasi tailing Freeport yang berada di wilayah MP 21 diolah untuk pemanfaatan lahan perkebunan. (Foto: Ist/SP)
REKLAMASI | Area reklamasi tailing Freeport yang berada di wilayah MP 21 diolah untuk pemanfaatan lahan perkebunan. (Foto: Ist/SP)

TIMIKA | Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) bersama Fakultas Pertanian (FAPERTA) Universitas Papua telah menyelesaikan penelitian mengenai pemanfaatan ekstrak tailing PT Freeport Indonesia (PTFI) sebagai komponen pupuk formula.

Penelitian yang dilakukan sejak 2015 lalu itu menemukan bahwa kandungan unsur hara mikro pada ekstrak tailing PTFI dapat meningkatkan kesuburan tanaman, termasuk diantaranya adalah tanaman keladi atau talas yang termasuk kategori bahan makanan pokok di Papua.

“Ekstrak tailing Freeport memiliki kandungan seng, tembaga, mangan, dan besi dengan kadar cukup sebagai sumber unsur hara mikro yang dibutuhkan untuk pertumbuhan tanaman keladi,” kata Dr. Bertha Mangallo, peneliti Jurusan Kimia FMIPA Universitas Papua melalui pres release yang dikirim Corpcom PTFI kepada seputarpapua.com, Rabu (16/9).

“Pupuk formula kotoran sapi sebagai amelioran atau penambah kesuburan tanah yang diperkaya ekstrak tailing sebagai sumber hara mikro pada komposisi 90% kompos dan 10% ekstrak tailing, dapat membuat anakan keladi tumbuh dengan lebih baik,” ujarnya.

Hasil penelitian tersebut akan semakin meningkatkan pemanfaatan keladi sebagai bahan makanan pokok alternatif bagi masyarakat.

Pemanfaatan ini sendiri sejalan dengan kebiasaan masyarakat Papua yang menjadikan keladi sebagai salah satu bahan makanan pokok di Papua, selain beras dan sagu, karena kandungan karbohidrat, protein, dan mineralnya yang tinggi dan seimbang.

IKLAN-TENGAH-berita

Tidak hanya itu, masyarakat Papua juga kerap mengolah keladi menjadi keladi tumbuk dan keripik keladi sehingga penerapan hasil penelitian ini akan mampu meningkatkan hasil pangan masyarakat, serta mempercepat kemandirian pangan di Mimika.

“Penelitian yang dilakukan oleh FMIPA dan FAPERTA UNIPA telah membantu PTFI, agar dapat terus menjalankan komitmen kami, untuk tidak hanya mengurangi dampak kegiatan operasi perusahaan terhadap lingkungan. Tapi juga untuk terus menciptakan nilai tambah dari setiap kegiatan kami bagi masyarakat di berbagai bidang, termasuk pertanian. Kami sangat mengapresiasi kerja sama yang telah terjalin baik ini,” kata Senior Manajer Lingkungan Hidup PTFI Gesang Setyadi.

Prev1 of 2

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
INFOGRAFI IGbar
BERITA TERKAITbar
BERITA VIRALbar
BERITA UTAMAbar
BERITA PILIHANbar
BERITA POPULERbar