Penerapan PSDD di Mimika, 350 Personel Gabungan Jaga 17 Titik

PEMBATASAN | Suasana PSDD yang dilakukan oleh aparat gabungan di pertigaaan Diana. (Foto: Muji/SP)
PEMBATASAN | Suasana PSDD yang dilakukan oleh aparat gabungan di pertigaaan Diana. (Foto: Muji/SP)

TIMIKA | Sebagai bentuk upaya pencegahan penyebaran Covid-19, Pemkab Mimika, Provinsi Papua menerapkan Pembatasan Sosial Diperluas dan Diperketat (PSDD). Dimana, pelaksanaan PSDD dimulai 21 Mei 2020 (hari ini), mulai pukul 14.00 – 06.00 WIT.

Pada pelaksanaan PSDD ini, sebanyak 350 personel gabungan TNI-Polri, Satpol PP, BPBD, Dishub, dan Baznas disiagakan di 17 titik. Dimana, 17 titik tersebut, yakni lampu merah Budi Utomo – Hasanuddin, pertigaan Diana, persimpangan Bank Papua Timika, depan KPPN, depan POM lama, dan depan POM baru.

Selain itu, persimpangan Gunawan, pertigaan Timika Mall, simpang Waker, depan SPBU Nawaripi, depan Happy Puppy, pertigaan PIN seluler, bundaran Petrosea, perempatan SP1-SP4, bundaran SP2-SP3.

Pada pelaksanaan PSDD sendiri, bagi masyarakat yang didapatkan masih berada di jalan langsung dilakukan rapid test (test cepat) dan yang reaktif langsung dibawa ke shelter untuk diisolasi.

Wakapolres Mimika, Kompol I Nyoman Punia mengatakan, sesuai dengan intruksi Bupati Mimika pelaksanaan PSDD bertujuan untuk mencegah penyebaran Covid-19 di Mimika. Dimana, dalam pelaksanaan PSDD ini disiagakan 350 personel gabungan yang akan menjaga 17 titik.

“Sebelum pelaksanaan PSDD, kami sudah lakukan gladi atau sosialisasi selama tiga hari,” kata Wakapolres.

IKLAN-TENGAH-berita

Kata dia, 350 personel gabungan ini akan berjaga mulai pukul 14.00 – 20.00 WIT. Namun pembatasan keluar rumah tetap berlaku. Karena, akan dilanjutkan dengan patroli gabungan, mulai pukul 20.00 – 06. 00 WIT.

“Setelah pukul 20.00 WIT, kami akan bukan jalan. Tapi masih tetap dalam pengawasan dan pengontrolan yang berupa patroli gabungan. Sehingga kalau ditemukan masyarakat akan dikenakan sanksi,” terangnya.

Sanksinya nanti, petugas akan melihat apakah ada unsur pidana atau pelanggaran lalulintas di dalamnya. Apabila ada, maka akan langsung diproses.

“Masyarakat yang kedapatan di luar rumah, maka akan langsung di rapid test. Dan kalau reaktif atau positif rapid test, langsung diisolasi. Semoga dengan langkah ini bisa mempercepat pemutusan penyebaran COvid-19,” tuturnya.

 

Reporter: Mujiono
Editor: Batt

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
INFOGRAFI IGbar
BERITA TERKAITbar
BERITA VIRALbar
BERITA UTAMAbar
BERITA PILIHANbar
BERITA POPULERbar