seputarpapua.com

Pengusaha Mimika Ekspor 900 Kilogram Kepiting Mangrove ke Luar Negeri

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
SERAHKAN | Penyerahan secara simbolis ijin ekspor oleh pihan Bea Cukai (Foto: Kristin Rejang/SP)
SERAHKAN | Penyerahan secara simbolis ijin ekspor oleh pihan Bea Cukai (Foto: Kristin Rejang/SP)

TIMIKA | Produk Perikanan di Kabupaten Mimika menjadi primadona yang dilirik oleh para pengusaha hingga dikirim ke Luar Negeri.

Salah satunya ditandai dengan launching ekspor perdana tahun 2020 Produk Perikanan Kabupaten Mimika oleh PT. Bartuh Langgeng Abadi bekerjasama dengan UD. Harapan Nurjana Jaya yang dilakukan oleh Bea Cukai Kabupaten Mimika.

Kegiatan tersebut dilaksanakan di Bandara Cargo Mozes Kilangin, Rabu (16/12). Dimana dalam ekspor perdana tersebut, PT. Bartuh Langgeng Abadi mengekspor 900 Kilogram Kepiting Mangrove (Karaka) ke Kuala Lumpur.

Staf Ahli bagian Hukum dan HAM, Paskalis Kirwelakubun dalam sambutannya mengatakan saat ini, Covid-1 memporakporandakan sendi kehidupan. Bukan hanya terjadi di Indoensia namun juga di dunia secara umum.

“Kita juga berpikir cara cara lain untuk mendukung perekonomian di Kabupaten Mimika. Oleh karena itu, saya mengapresiasi para pengusaha atas inisiatif atau usahanya untuk melakukan ekspor perdana,” jelasnya.

Ia mengatakan, Pemda Mimika akan selalu mendukung langkah- langkah yang dilakukan oleh pengusaha dalam rangka mendukung pemulihan ekonomi nasioanl khususnya di Mimika.

Dirinya berharap agar sinergitas dalam bidang ekonomi tersebut terus dikembangkan.

“Prinsipnya akan mendukung penguatan ekonomi di Kabupaten Mimika, khususnya bagi masyarakat di Mimika. Harapan kami bukan hanya ini saja, tapi kedepannya ada badan usaha lain. Sehingga meskipun dalam situasi Covid ini kehidupan ekonomi ini bisa berpengaruh positif pada kehidupan perekonomian kita,” tuturnya.

Kepala Kantor Bea Cukai Kabupaten Mimika, I Made Aryana mengatakan hal yang dilaksanakan adalah suatu langkah strategis yang dibuat di Kabupaten Mimika.

“Ini adalah langkah awal dari UKM yang dibina, dan sedikit demi sedikit sudah memahami bahwa bahwa ekspor itu mudah, legal itu mudah, dan setelah kita koordinasi dengan teman – teman baik dari Pemda, kemudian dari instansi vertikal, ternyata langkah ini bisa kita wujudkan pada pagi hari ini,” jelasnya.

Dijelaskan pembinaan terkait kepengurusan persyaratan dan lain sebagainya oleh Bea Cukai sudah dilaksanakan sejak awal tahun 2020. Sehingga langkah – langkah tersebut sudah dipenuhi lalu memiliki ijin.

“Di masa sulit ini kerjasama dan sinergi yang harus kita lakukan secara terus menerus untuk meningkatkan dan melakukan pemulihan ekonomi nasional,” serunya.

Sulaksono, selaku Direktur PT. Bartuh Langgeng Abadi mengatakan pihaknya bersama dengan UD. Harapan Nurjana Jaya akan terus mencoba memajukan ekspor tersebut.

“Rencana kami semoga kedepannya bisa tembus hingga ke Shanghai, Cina dan tidak hanya kepiting tetapi juga bisa udang,” katanya.

Ia mengatakan kepiting-kepiting tersebut adalah hasil tangkapan dari nelayan lokal Mimika.

 

Reporter: Kristin Rejang
Editor: Misba Latuapo
Berita Terkait
Baca Juga