Penyidik Polres Mimika Cari Keluarga Mr. X, Korban Pembunuhan di Jalan Airport

TEWAS | Sesosok pria ditemukan tewas tergeletak di jalan airport, depan eks rumah makan Nyiur Melambai, Mimika, Papua.Foto: Ist)
TEWAS | Sesosok pria ditemukan tewas tergeletak di jalan airport, depan eks rumah makan Nyiur Melambai, Mimika, Papua (Foto: Ist)

TIMIKA | Penyidik Satuan Reskrim Polrea Mimika hingga kini masih mencari tahu keluarga atau kerabat Mr. X, yang ditemukan tewas pada Senin (25/4/2022) di badan jalan bandara lama, tepatnya depan eks rumah makan Nyiur Melambai,

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Mimika, Iptu Bertu Haridyka Eka Anwar mengatakan, pihaknya tadi malam telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), tetapi tidak menemukan identitas korban.

Sebab, untuk melakukan proses penyelidikan, pihaknya terlebih dahulu harus mengetahui keluarga daripada korban.

“Kami imbau kepada keluarga korban yang merasa hilang sanak saudaranya, nanti bisa melapor ke Polres Mimika. Ciri-ciri korban orang asli Papua, kemudian tinggi sekitar 150an cm,” kata Iptu Bertu di Sentra Pelayanan Terpadu Polres Mimika, Jalan Cenderawasih, Selasa (26/4/2022).

“Nanti kita akan share fotonya untuk disebar, supaya mungkin ada keluarga yang merasa kehilangan saudaranya, bisa melapor, supaya kita bisa mendapat gambaran untuk arah penyelidikan kita,” imbuhnya.

Pengecekan identitas korban sudah melibatkan tim Inavis maupun koordinasi dengan Dinas Dukcapil, namun sidik jari maupun foto korban belum terdeteksi.

Kini jenazah korban disimpan di ruang pendingin kamar jenazah RSUD Mimika setelah sebelumnya dilakukan visum dan dibersihkan.

Dari hasil visum, Iptu Bertu membenarkan bahwa pada bagian tubuh korban terdapat empat luka tusukan benda tajam.

Korban juga diduga dalam kondisi usai mengonsumsi minuman beralkohol sebelum akhirnya dibunuh oleh orang tak dikenal (OTK).

Sedangkan dari hasil olah TKP, petugas belum menemukan barang bukti yang cukup berkaitan dengan pembunuhan yang dialami korban.

Hanya saja menemukan tas noken milik korban yang isinya hanya botol plastik berikut sejumlah kertas.

“Kalau kita sudah bisa menyimpulkan ini korban pembunuhan, karena ditemukan luka. Jadi untuk pelakunya, identitas korban saja kita tidak punya,” ujar Iptu Bertu.

“Awalnya kita mendapat informasi dari pengguna jalan, masyarakat yang melintas. Menyampaikan ke piket dan piket merespon, tim identifikasi, pawas dan sama saya juga kita langsung merespon ke TKP,” pungkas Iptu Bertu.

reporter : Saldi
editor : Aditra

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.