Peredaran Miras di Tengah Pandemi Covid-19, Kapolres Mimika: Kami akan Selidiki

Instruksi Bupati Mimika Larang Penjualan Miras Selama Natal dan Tahun Baru
Ilustrasi - miras dan THM

TIMIKA | Walaupun Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika, Papua, masih menerapkan status tanggap darurat di tengah pandemi Covid-19, namun peredaran minuman keras (miras) masih terus ada.

Padahal melalui kesepakatan bersama nomor 443.1/386, tentang pencegahan, pengendalian, dan penanggulangan Covid-19 di Kabupaten Mimika, yang ditandatangani Bupati Mimika Eltinus Omaleng bersama Forkopimda, terdapat salah point penjualan miras ditutup total.

Point tersebut berada pada romawi III huruf c yang berbunyi ‘tempat hiburan malam dan penjualan minuman keras ditutup total.’

Namun demikian, miras masih saja terus beredar menyebabkan beberapa kejadian tindakan kriminal.

Seperti keributan pada saat pembagian sembilan bahan pokok (sembako) untuk warga Kampung Opitawak, Distrik Tembagapura yang dilakukan di Jalan Jeruk SP 2, Kota Timika, pada Sabtu (13/6).

Beberapa oknum warga dipengaruhi miras membuat keributan, dan berakibat proses pembagian sembako terhenti sementara.

Beruntung, kesigapan dari aparat Polres Mimika sehingga proses pembagian sembako dari Alokasi Dana Desa (ADD) bisa dilanjutkan.

Peristiwa lainnya, pada Minggu (14/6) di Jalan Busiri Ujung, Kelurahan Pasar Sentral, Distrik Mimika Baru.

Tanggapi Berita ini

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.