Peringatan HUT ke -77 RI Momentum Kebangkitan Sepakbola dan Atletik di Papua

UPACARA | Peserta Papua Football Academy dan Pelatnas Atletik Wilayah Timur Indonesia saat mengikuti upacara bendera peringatan HUT RI ke 77 di MSC. (Foto: Mujiono/Seputarpapua)
UPACARA | Peserta Papua Football Academy dan Pelatnas Atletik Wilayah Timur Indonesia saat mengikuti upacara bendera peringatan HUT RI ke 77 di MSC. (Foto: Mujiono/Seputarpapua)

TIMIKA | Momentum peringatan HUT ke 77 Kemerdekaan RI diperingati oleh semua pihak, termasuk peserta pelatihan sepakbola Papua Football Academy dan Peparnas Atletik.

Pada peringatan HUT RI ke 77 ini, peserta Papua Football Academy dan Perparnas Atletik melaksanakan upacara bendera yang dipusatkan di Mimika Sport Complex (MSC), pada Rabu (17/8/2022).

Peringatan HUT RI ke 77 ini digagas oleh SLD PT Freeport Indonesia, yang menjadi momentum kebangkitan persepakbolaan dan atletik di Papua.

Upacara tersebut diikuti 30 anak peserta Football Academy Papua dan 19 atlet Pelatnas Atletik Papua serta para pengurus dan pengelola MSC.

Direktur “Papua Football Academy”, Wolfgang Pical mengatakan, pelaksanaan upacara bendera peringatan HUT RI ke 77 ini merupakan hal yang sangat luar biasa dan pengalaman pertama di MSC.

Dimana, peringatan HUT RI ini bertujuan untuk mengingatkan semua pihak terhadap jasa-jasa para pahlawan yang sudah berjuang demi kemerdekaan Indonesia.

“Melalui momentum ini, saya harap klub-klub olahraga setiap tahunnya harus melaksanakan upacara bendera, dalam rangka memperingati HUT RI. Dengan demikian, sejarah perjuangan tidak akan terlupakan. Serta menjadi momentum kebangkitan olahraga di Papua,” kata mantan Asisten Pelatih Nasional itu.

Hal senada juga disampaikan oleh Head Coach “Papua Football Academy”, Ardiles Rumbiak, peringatan HUT RI ini agar sebagai generasi penerus bangsa harus bisa menatap masa depan yang lebih baik, khususnya untuk persepakbolaan di Papua.

“Sebagai pelatih sekaligus pelaku olahraga akan terus berjuang dalam hal pembinaan kepada atlet. Dengan harapan, para atlet-atlet ini bisa mengikuti event-event yang bergengsi,” tuturnya.

Sedangkan Pelatih Middle and Long Run pada Pelatnas Atletik Indonesia Wilayah Timur, Muktar mengatakan, upacara peringatan HUT RI yang baru saja dilaksanakan ini merupakan momentum yang luar biasa, karena peserta pelatihan atletik di MSC bisa turut serta.

“Walaupun peserta upacara terbatas, namun lumayan meriah. Apalagi pelaksanaan upacara berjalan dengan baik,” katanya.

Kata Muktar, hal yang tidak kalah penting adalah bahwa pelaksanaan upacara peringatan HUT RI ini sangat berguna bagi generasi penerus bangsa. Terutama di dunia olahraga bahwa kemerdekaan itu merupakan perjuangan dari para pahlawan. Dan perjuangan ini tidaklah mudah, karena harus berkorban harta, benda, bahkan nyawa.

“Dari semangat itu, selaku pelaku olahraga harus terus berjuang dengan tujuan mengharumkan nama bangsa dengan prestasi-prestasi yang membanggakan,” ungkapnya.

Sedangkan pelatih 400 meter Don Bosco Maturani menambahkan, para pahlawan telah berjuang demi kemerdekaan. Sebagai penerus bangsa dan pelaku olahraga harus mengingat hal tersebut. Serta dijadikan motivasi dalam kehidupan, khusunya di dunia atletik.

“Ya intinya, melalui momentum peringatan HUT RI, kami para pelaku harus bisa mengukir prestasi, khususnya di bidang atletik. Sehingga bisa membanggakan nama daerah dan provinsi. Terlebih lagi nama bangsa Indonesia di mata dunia,” tuturnya.

Perlu diketahui, MSC dibangun PT Freeport Indonesia dengan biaya sekitar 33 juta US dollar di atas lahan seluas kurang lebih 12,5 hektare.

Sarana di MSC mencakup stadion tertutup (indoor stadium), lintasan lari dengan tribun barat dan tribun timur, asrama atlet, serta bangunan penunjang lainnya.

Stadion tertutup diperuntukkan bagi arena cabang olahraga badminton, bola basket, bola voli dan beladiri. Stadion itu dirancang agar dapat menampung sekitar 5.000-5.500 penonton, termasuk 75 penonton VIP, serta dilengkapi dengan area pertokoan dan perkantoran di dalamnya.

Sementara stadion terbuka dilengkapi dengan jalur lintasan lari jarak pendek dan menengah berstandar internasional serta beberapa cabang atletik lainnya seperti lempar lembing, tolak peluru, lompat tinggi, dan lompat jauh. Stadion terbuka dilengkapi dengan dua tribun utama di bagian barat berkapasitas 2.200 penonton dan bagian timur berkapasitas 1.300 penonton.

Sedangkan dua asrama atlet putra dan putri masing-masing mampu menampung 50 atlet dan tujuh pelatih di setiap asramanya, dengan total kapasitas sebanyak 100 atlet. Asrama tersebut juga dilengkapi dengan fasilitas rekreasi (fitness/gym, tempat makan, dsb) yang terdapat di dalam asrama penunjang (support dormitory).

 

reporter : Mujiono

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.