Persentasi Lapangan Cabor Terjun Payung PON XX di Mimika Sudah 80 Persen

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
KETERANGAN PERS | Technical Delegated Cabor Terjun Payung, Effendi Soen (tengah) didampingi Sekretaris PB PON Sub Mimika, Cesar A. Tunya (kanan) dan Stafsus Bupati, Christian Karubaba. (Foto: Saldi/SP)
KETERANGAN PERS | Technical Delegated Cabor Terjun Payung, Effendi Soen (tengah) didampingi Sekretaris PB PON Sub Mimika, Cesar A. Tunya (kanan) dan Stafsus Bupati, Christian Karubaba. (Foto: Saldi/SP)

TIMIKA | Technical Delegated (TD) dari cabang olahraga (Cabor) terjun payung memastikan bahwa halaman kantor Pusat Pemerintahan Kabupaten Mimika yang dijadikan sebagai venue terjun payung PON XX Papua tahun 2021, persentasinya sudah mencapai 80 persen.

Effendi Soen selaku TD cabor Terjun Payung menyampaikan hasil kunjungannya setelah melihat berbagai persiapan klaster Mimika, terkait lapangan terjun payung di halaman Kantor Pusat Pemerintahan untuk perhelatan PON nanti.

Menurut dia, terjun payung kali ini mendapatkan tempat yang areanya cukup luas.

Ia menjelaskan, meski areanya luas, lebih utama untuk venue terjun payung adalah tidak terdapat hambatan yang menganggu di titik udara. Begitu juga dari titik udara, terdapat ketentuan-ketentuan yang cukup luas.

Sedangkan untuk pendaratannya, diharuskan tidak naik-turun, namun tidak juga harus rata. Yang terdapat di venue Mimika, semuanya sudah memenuhi syarat dibanding sebelumnya saat kunjungan pertama.

“Sekarang saya lihat sudah diratakan, areanya itu sudah terbagi jelas, bahkan di patok di lingkaran area penonton maupun ofisial tidak boleh masuk, garis tengah 5 meter itu sudah diperluas sampai yang 20-30 meter, jadi itu sudah pasir semua,” terang Effendi saat menggelar pres rilis dan kantor KONI Mimika, Kamis (10/12).

Segi keamanan untuk penyelenggaraan terjun payung tingkatan PON, dengan kualitas yang ada dianggap sudah aman.

Kendala seperti pepohonan telah ditebang sehingga terbuka, walaupun lapangan berdekatan dengan kantor pemerintah dan terdapat tiang bendera.

“Saya anggap kemiringan untuk orang (atlet) masuk itu sudah aman. Sehingga tadi itu, tinggal ada perapihan-perapihan, sehingga kita sekarang berpikir bagaimana taruh yang idealnya yang tenda-tenda. Di mana ditaruh tempat penonton yang bisa melihat pertandingan itu dengan nyaman, penataan kawasan,” katanya.

Berita Terkait
Baca Juga