Pertamina Genjot Pembangunan Tangki LPG Maluku-Papua Perkuat Energi Nasional

LPG | Pertamina tengah membangun terminal LPG di Maluku dan Papua. (Foto: Ist/Pertamina)
LPG | Pertamina tengah membangun terminal LPG di Maluku dan Papua. (Foto: Ist/Pertamina)

TIMIKA | PT Pertamina (Persero) saat ini tengah menggenjot pembangunan terminal LPG di wilayah Papua dan Maluku sebagai upaya peningkatan ketahanan energi nasional wilayah timur Indonesia.

Kedua lokasi pembangunan tersebut yaitu Terminal LPG Jayapura dan Terminal LPG Wayame Ambon, masing-masing dibangun dengan kapasitas 2 x 1.000 Metric Ton (MT).

Pertamina terus menggenjot proyek ketahanan energi ini meski di tengah pandemi. Bahkan, terminal LPG Wayame Ambon diprediksi akan dapat beroperasi pada awal pertengahan tahun 2021.

Unit Manager Communication, Relations, & CSR Marketing Operation Region VIII Edi Mangun mengatakan, pembangunan ini melengkapi percepatan infrastruktur penunjang lainnya untuk memenuhi kebutuhan LPG dikemudian hari.

“Hal ini sejalan dengan peningkatan konsumsi LPG, dimana naik sekitar 15% di tahun 2020 dibandingkan dengan tahun 2019 (Agustus 2020),” kata Edi dalam keterangan tertulis, Kamis (1/10/20).

Adapun tren konsumsi LPG sejak tahun 2016 menunjukkan kenaikan rata-rata tahunan sekitar 24% dari konsumsi 4.120 MT. Di tahun 2016 tumbuh hingga 8.802 MT di tahun 2019.

IKLAN-TENGAH-berita

“Hingga 2025, Pertamina memprediksi bahwa penggunaan LPG di wilayah timur akan tumbuh hingga level 35.263 MT,” kata Edi.

Edi menjelaskan, fasilitas utama yang dibangun di masing-masing lokasi terminal LPG baru ini antara lain tangki spherical sebagai fasilitas penyimpanan utama, fasilitas pengisian LPG ke mobil tangki, dan dermaga untuk penerimaan LPG dari kapal tanker.

“Nantinya jalur distribusi LPG akan mengandalkan aspek laut sehingga lebih efisien dalam proses distribusinya,” kata dia.

Menurut dia, pembangunan terminal LPG tentu akan membawa dampak yang positif bagi masyarakat dalam pemenuhan kebutuhan LPG rumah tangga maupun bidang usaha seperti kuliner, catering, dan industri.

“Pembangunan ini juga tentu dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan khususnya penyediaan lapangan kerja baru bagi masyarakat setempat,” terang Edi.

Terminal LPG ini dibangun sesuai penugasan pemerintah melalui Keputusan Menteri ESDM Nomor: 2157 K/10/MEM/2017 tentang Penugasan Kepada PT Pertamina (Persero) dalam Pembangunan dan Pengoperasian Tangki Penyimpanan Bahan Bakar Minyak Dan Liquefied Petroleum Gas.

Ada empat daerah yang menjadi sasaran pembangunan yakni terminal LPG Bima di Nusa Tenggara Barat, terminal LPG Wayame Ambon di Maluku, terminak LPG Jayapura di Papua, dan Kupang, NTT.

 

Reporter: Sevianto Pakiding
Editor: Batt

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
INFOGRAFI IGbar
BERITA TERKAITbar
BERITA VIRALbar
BERITA UTAMAbar
BERITA PILIHANbar
BERITA POPULERbar