Pertumbuhan Ekonomi di Mimika Tahun 2021 Meningkat 36,78 Persen, 17 Usaha Mengalami Peningkatan

TIMIKA | Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Mimika, merilis data Pertumbuhan Ekonomi Mimika tahun 2021. Rilis ini dikeluarkan pada bulan April 2022.

Ekonomi Mimika pada tahun 2021 mengalami pertumbuhan sebesar 36,78 persen. Angka ini meningkat jika dibandingkan dengan tahun 2020 yang tumbuh sebesar 11,49 persen.

Kepala BPS Kabupaten Mimika, Trisno L. Tamanampo menufurkan, sesuai dengan data rilis pertumbuhan ekonomi, terjadi kenaikan pada keseluruhan lapangan usaha atau 17 lapangan usaha di Kabupaten Mimika.

Tiga lapangan usaha yang mengalami pertumbuhan tertinggi adalah Pertambangan dan Penggalian sebesar 44,14 persen, diikuti Transportasi dan
Pergudangan sebesar 7,04 persen; dan Pengadaan Listrik dan Gas sebesar 5,93 persen.

“Pertumbuhan produksi pada kategori pertambangan dan penggalian ini terutama disebabkan oleh peningkatan produksi bijih logam P.T Freeport selama tahun 2021,” kata Trisno kepada Seputarpapua.com, Kamis (5/5/2022).

Sedangkan lapangan usaha yang mengalami pertumbuhan terendah ada pada Jasa Pendidikan 0,13 persen.

Struktur Perekonomian Mimika dilihat dari Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku pada tahun 2021 masih menunjukkan komposisi yang sama dengan tahun 2020.

Dijelaskan, pertambangan dan penggalian masih menjadi kontributor terbesar pada perekonomian Mimika yakni 86 persen, diikuti Konstruksi sebesar 2,94 persen  pada posisi kedua dan Pertanian, Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi Mobil dan Sepeda Motor sebesar 10,84 persen pada posisi ketiga.

Untuk Pertumbuhan Ekonomi dengan Pertambangan dan Penggalian 2021 dibanding 2020 mengalami pertumbuhan sebesar 36,78 persen, sedangkan tanpa Pertambangan dan Penggalian hanya tumbuh sebesar 0,03 persen.

Pada tahun 2021, terjadi pertumbuhan
pada seluruh lapangan usaha. Tanpa pertambangan dan penggalian, pertumbuhan ekonomi di Mimika ada di sekitar -0,05 sampai 0,08 persen.

“Hal ini dikarenakan kontribusi ekonomi
terbesar di Mimika ada pada Pertambangan dan Penggalian sebesar 70-80 persen atau lebih dari setengah total PDRB Mimika,” katanya.

Distribusi Perekonomian Mimika didominasi oleh sektor Lapangan Usaha Pertambangan dan Penggalian. Pada tahun 2021, distribusi Pertambangan dan Penggalian mencapai 86 persen.

PDRB Pengeluaran terdiri dari beberapa komponen, yaitu Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga (PK-RT), Pengeluaran Konsumsi LNPRT (PK-LNPRT), Pengeluaran Konsumsi Pemerintah (PK-P), Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB), Perubaan Inventori, dan Net Ekspor Barang dan Jasa.

PK-RT pada tahun 2021, mencapai Rp12,4 Triliun  atau naik sebesar Rp416,28 milliar. Komponen PK-LNPRT merupakan komponen yang cukup kecil menyumbang PDRB Pengeluaran Mimika, yaitu sebesar Rp195,37 milliar

PK-P Mimika pada tahun 2021 juga mengalami kenaikan menjadi 4,47 trilliun rupiah.

PMTB pada tahun 2021, mengalami
kenaikan yang cukup signifikan. PMTB Mimika pada thaun 2021 mencapai 23,73 trilliun rupiah.

“Hal ini dikarenakan pada tahun 2021, Mimika merupakan penyelenggara dua event besar, yaitu PONXX dan Persperawi XIII,” jelasnya.

Trisno juga menjelaskan ekonomi Mimika Tahun 2021 dibandingkan dengan Tahun 2020 terjadi kenaikan sebesar 36,78 persen. Secara keselurahan komponen PDRB Pengeluaran mengalami
kenaikan laju pertumbuhan pada tahun 2021. Hal ini dikarenakan mulai membaiknya perekonomian Mimika dari efek pandemi COVID-19.

Pertumbuhan tertinggi terjadi pada
Komponen PMTB yang tumbuh sebesar 33,68 persen. Pertumbuhan pada PKRT ada sebesar 2,10 persen. PK-LNPRT naik sebesar 4,65 persen pada tahun 2021. Sedangkan PKP naik sebesar 3,74 persen

Distribusi Komponen PDRB Pengeluaran Mimika 2021 Distribusi penyusun komponen PDRB Pengeluaran Mimika terbesar ada pada Net Ekspor Barang dan Jasa adalah sebesar 56,8 persen.

Sedangkan distribusi terkecil ada sebesar 0,21 persen. Persentase komponen ini tinggi diakrenakan adanya ekspr bijih logam yang dihasilkan PT. Freeport Indonesia.

Sedangkan PK-RT menyumbang sebesar 13,08 persen, PK-LNPRT sebesar 0,21 persen, PK-P sebesar 4,70 persen, PMTB sebesar 24,92 persen, dan Perubahan Inventori sebesar 0,32 persen.

“Presentase kedua tertinggi pada tahun 2021, ada pada komponen PMTB. Hal ini dikarenkan komponen adanya pembangunan dikarenakan PON XX dan Pesparawi XIII,” pungkasnya.

 

Tanggapi Berita ini
reporter : Kristin Rejang
editor : Mish

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.