Pesan Waisak 2566 TB/2022 Sangha Agung Indonesia

Umat Waisak saat beribadah di Vihara Bodhi Mandala, Timika. (Foto: Yonri/Seputarpapua)
Umat Waisak saat beribadah di Vihara Bodhi Mandala, Timika. (Foto: Yonri/Seputarpapua)

TIMIKA | Umat Buddha di Indonesia merayakan hari raya Tri Suci Waisak 2566 TB / 2022. Tahun ini Keluarga Buddha Indonesia (KBI) mengambil tema “Dalam Cinta Kasih, Semua Bersaudara”.

Dikutib dari Buddhayana.or.id pesan Waisak 2566 TB/2022 Sangha Agung Indonesia umat Buddha diajak untuk selalu mensyukuri dan merenungkan kembali kelajiran Maha Bodhisatwa Siddhartha ke bumi ini.

Purnama nan indah di kala Waisaka, purnama suci yang tiada taranya, purnama yang senantiasa didambakan oleh para dewa dan manusia.

“Saat ini, kita kembali memperingati Trisuci Waisak 2566 TB / 2022. Bersama-sama kita mensyukuri dan merenungkan kembali kelahiran Maha Bodhisatwa Siddhartha ke bumi ini, Pencapaian pencerahan sempurna Samana Gotama menjadi Buddha Sakyamuni, dan Mahaparinirwana Buddha Sakyamuni. Ketiga peristiwa ini merupakan berkah termulia bagi umat manusia,” kata Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Sangha Agung Indonesia, Khemacaro Mahathera di Jakarta Senin (16/5/2022).

Dijelaskan, kelahiran bodhisatwa ke bumi ini merupakan bentuk cinta kasih beliau kepada umat manusia yang diliputi kegelapan batin.

Usaha beliau dalam mencari obat mengakhiri penderitaan hingga terealisasinya Pencerahan Agung sebagai Buddha adalah wujud cinta kasih tanpa bandingannya yang menjadikan teladan bagi kita bahwa sebagai manusia kita dapat seperti beliau merealisasi ke-Buddha-an untuk terbebas dari penderitaan atau duka.

Mahaparinirwana Buddha menunjukkan kepada kita sebagai manusia tidak luput dari hukum ketidakkekalan, namun karena cinta kasih yang luar biasa, Beliau telah mewariskan ajaran nan agung bagi kita sebagai jalan merealisasi kebahagiaan yang hakiki (nirwana).

“Tiga peristiwa suci nan penuh kasih ini kembali kita kenang yang menjadikan semangat bagi kita semua dalam mengembangkan cinta kasih kepada sesama,” katanya.

Meneladani cinta kasih dari Buddha, selayaknya kita bersama juga mengembangkan cinta kasih yang tiada batasnya melalui pikiran, ucapan, maupun perilaku jasmani.

Dengan pikiran yang terkendali, tidak mengucapkan kata-kata jahat, memperlakukan orang lain dengan penuh cinta kasih, menyelubungi seluruh dunia dengan pikiran yang dipenuhi cinta kasih yang berlimpah, yang luhur, tanpa batas, tanpa pertentangan, dan tanpa permusuhan (M.I.127).

“Cinta kasih merupakan wujud nyata bahwa agama Buddha menjunjung tinggi nilai pluralisme dan toleransi pada sesama manusia,” ujarnya.

Dalam Karaniyametta Sutta (Sn.149), Buddha bersabda, “Bagaikan seorang ibu mempertaruhkan jiwanya melindungi anaknya yang tunggal, demikianlah terhadap semua makhluk dipancarkannya pikiran cinta kasih tanpa batas.”

“Beliau mengajarkan kita untuk melihat semua orang adalah teman dan saudara, bahkan harus memandang mereka seperti kerabat terdekat kita sendiri,” kata dia.

Sama halnya seperti diri kita sendiri, mereka mendambakan kebahagiaan dan tidak menginginkan penderitaan. Demikianlah selayaknya sebagai saudara, kita seharusnya tidak merebut kebahagiaan mereka dengan menyakiti dan membenci mereka.

Cinta kasih yang kita pancarkan hendaklah seperti matahari yang memancarkan sinar dan sorotan cahayanya ke seluruh penjuru semesta tanpa batas, tidak memilih atau mengharapkan imbalan apa pun, demikianlah hendaknya cinta kasih kita pancarkan.

Demikian seyogianya kata Khemacaro, umat Buddha dapat mempraktikkan semangat ini kepada semua orang dengan tidak mendiskriminasi karena mereka berbeda dengan kita dalam hal suku, agama, ras, strata sosial, golongan, gender, politik, bahkan kebangsaan. Semangat untuk mewujudkan moderasi beragama yang berazaskan kebhinnekaan.

Di tengah pandemi yang belum sepenuhnya berakhir ini, dunia diguncang berbagai bencana alam, perselisihan, dan peperangan. Sebagai wujud cinta kasih kepada saudara-saudara kita, hendaknya kita merayakan Waisak ini dengan sederhana tanpa mengurangi makna yang terkandung di dalamnya dan senantiasa menaati prosedur kesehatan.

“Mari kita bersama-sama memaknai perayaan Waisak 2566 TB ini sebagai momen untuk mengembangkan cinta kasih dalam diri kita,” pesannya.

Hendaknya benar-benar tanpa permusuhan, tanpa kekerasan, tanpa menyakiti, dan tanpa perselisihan, serta mampu melakukan aksi nyata sebagai wujud kepedulian kita kepada sesama, bahwa sesungguhnya kita semua bersaudara, pada hakikatnya satu, kita Indonesia, kita Pancasila.

“Semoga momentum Waisak menjadi berkah yang menghadirkan kebahagiaan, kesejahteraan, kedamaian, dan keharmonisan bagi kita semua, bagi Bangsa Indonesia, dan bagi seluruh dunia. Selamat merayakan Trisuci Waisak 2566 TB / 2022,” pungkasnya.

reporter : Kristin Rejang
editor : Aditra

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.