Pesparani Mimika Ke II Resmi Digelar, Terdapat 501 Peserta dari Tujuh Paroki

Pesparani Mimika Ke II Resmi Digelar, Terdapat 501 Peserta dari Tujuh Paroki
Susana pembukaan Pesparani II Mimika yang digelar di Pelataran Gedung Eme Neme Yauware, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, Rabu (15/11/2023). (Foto: Fachruddin Aji/Seputarpapua)

TIMIKA | Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) ke II se Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah resmi digelar.

Pembukaan ajang paduan suara khusus Katolik ini digelar di Pelataran Gedung Eme Neme Yauware, Rabu (15/11/2023), yang dimeriahkan artis Delon dan Mace Purba.

Pembukaan berlangsung meriah dengan kembang api dan lampu sorot warna-warni menyinari panggung. Pesparani II digelar mulai 15 sampai 18 November 2023.

Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Robert Mayaut hadir mewakili Pemkab Mimika untuk melakukan pemukulan Tifa sebagai tanda dibukanya kegiatan. Robert didampingi beberapa pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Kontingen Pesparani II terdiri dari tujuh Paroki yang ada di Mimika. Peserta yang mengikuti perlombaan Pesparani meliputi 101 peserta dari Gereja Katedral Tiga Raja, 111 peserta dari Gereja Santa Sisilia SP 2, 96 peserta Gereja Santo Stefanus Sempan, 41 peserta dari Paroki Maria Bintang Laut Kokonao, 11 peserta Paroki Emanuel Mapurujaya, 12 peserta Paroki Kebangkitan Agimuga serta 88 peserta dari Santo Petrus SP 3.

Ketua Panitia Kegiatan Petrus Canitius Konjongian mengatakan jumlah keseluruhan peserta Pesparani II sebanyak 501 orang ditambah ofisial.

Pesparani II Kabupaten Mimika kali ini menampilkan empat mata lomba yakni lomba paduan suara, lomba Mazmur, lomba cerdas cermat rohani dan lomba bertutur kitab suci.

Pj Sekda Mimika Robert Mayaut dalam sambutannya mengatakan, Pesparani merupakan pesta iman dan bukan sekedar ajang perlombaan atau kompetensi, tetapi juga sarana pembinaan dan pengembangan mutu iman umat.

“(Pesparani) haruslah mencerminkan, adanya usaha umat katolik untuk mencari, menemukan dan memuliakan Tuhan yang dalam imannya sebagai kebenaran mutlak,” katanya.

Robert menyebut perlombaan ini merupakan kesempatan untuk mengembangkan seni budaya sekaligus mendorong umat berkreasi dalam memuji Tuhan lewat lagu, dan meningkatkan partisipasi umat dalam gereja secara sadar dan aktif.

Tema yang diangkat dalam Pesparani II tahun ini adalah “Allah Sumber Kasih dan Keselamatan” dengan sub tema “Melalui Pesparani Kita Tingkatkan Kasih Insani Persaudaraan Sejati dalam Keberagaman”.

penulis : Fachruddin Aji

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *