PHBI Manokwari Malam ini Gelar Pawai Malam Takbiran

Kasat Lantas Polres Manokwari, Iptu Subhan Ohoimas
Kasat Lantas Polres Manokwari, Iptu Subhan Ohoimas

MANOKWARI | Panitia Hari-hari Besar Islam (PHBI) Kabupaten Manokwari akan mengadakan pawai di Malam Takbiran. Pawai malam takbiran ini baru rencana digelar setelah beberapa tahun ditiadakan.

Anggota DPRD Papua Barat, Mugiyono berharap Pengurus PHBI sudah seharusnya telah mendapat izin keramaian untuk kegiatan Pawai Malam Takbiran.

“Pawai malam takbiran memang perlu mendapat izin dari Pihak Kepolisian agar momen tersebut dikawal dari segi keamanan dan kelancaraan lalu lintas,” kata Politis PKS di DPR Papua Barat, Sabtu (30/4/2022)

Mugiyono berharap pawai malam takbiran di Manokwari jangan sampai peserta menggunakan kendaraan roda dua, apalagi menggunakan kenalpot racing.

“Supaya pelaksanaan takbir keliling ini berjalan hikmat dan tertib menyambut Hari Kemenangan bagi umat Muslim,” tuturnya.

“Pawai ini tentu positif namun kita juga perlu menjaga keharmonisan dan toleransi antar umat beragama, terutama kenyamanan pengguna jalan raya lain,” tambahnya.

Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Manokwari Iptu Subhan Ohoimas mengatakan, PHBI Manokwari telah mengajukan izin keramaian kepada  Kapolres.

Pawai malam takbiran rencana diawali dari Masjid Ridwanul Bahri Fasharkan TNI AL Manokwari, dan finish di Lapangan Borasi Distrik Manokwari Barat.

“Kita akan lakukan beberapa rekayasa lalu lintas, baik pada saat pelaksanaan star maupun finish,” katanya.

Peserta pawai pun dibatasi maksimal dengan jumlah kendaraan 25 hingga 30,  dengan mengitari Jalan Yossudarso hingga jalan Merdeka Manokwari.

“Karena Manokwari ini tidak memiliki beberapa jalan alternatif sehingga rekaya lalu lintas ini kita akan lakukan untuk mencegah kemacetan,” tuturnya.

Untuk melakukan rekayasa lalu lintas, satu-satunya jalan alternatif dengan skema kendaraan masyarakat umum dialihkan melintas Jalan Brawijaya, khusus kendaraan dari arah Wosi dan Sanggeng ke Rumah Sakit Umum atau Polres di perbatasan Distrik Manokwari Timur.

“Tingkatan kepadatan arus lalu lintas biasanya saat sore menjelang malam terjadi di Jalan Merdeka dan Jalan Jenderal Sudirman, karena adanya pasar  yang beroperasi pada sore hingga malam,” ucapnya.

“Kami juga telah memanggil Pengurus PHBI dan menyampaikan beberapa aturan terutama jumlah Maksimal kendaraan dan juga dalam pawai tersebut tidak perbolehkan menggunakan kendaraan roda dua,” tuturnya.

Alasan, kendaraan roda dua tidak diperbolehkan pada pawai malam takbiran agar menghindari kecelakaan lalu lintas, sebab kendaraan roda dua rentan terhadap kecelakaan.

Temasuk penggunaan truk tidak memuat jumlah manusia yang lebih banyak.

“Kami sebenarnya berharap kendaraan truk tidak digunakan pada saat pelaksanaan pawai takbir keliling, sebab saat ini kita sedang gencar sosialisasi terhadap over lud dan over dimensi termasuk didalamnya pengangkutan manusia menggunakan kendaraan angkutan barang,” katanya.

Dalam pelaksanaan pawai malam takbiran, Kepolsiian melalui unit Lalulintas akan menerjunkan sekitar 65 personel dibantu keseluruhan dari personel Polres Manokwari sekitar100 Orang. Ditambah beberapa instansi terkait seperti Dinas Perhubungan dan TNI.

“Personel kita akan sebarkan baik jalan alternatif maupun jalan panjang yang nanti dilalui peserta pawai malam takbiran agar mencegah ancaman Kamtibmas, maupun mencegah Kamselcibterlantas di Manokwari,” pungkasnya.

reporter : Annisa Raharusun
editor : Aditra

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.