PHI Tolak Kenaikan Gaji Karyawan Freeport, Demi Magai: PKB Harus Ditandatangani

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
Vice President Industrial Relations PTFI, Demi Magai. (Foto: Kristin Rejang/Seputarpapua)
Vice President Industrial Relations PTFI, Demi Magai. (Foto: Kristin Rejang/Seputarpapua)

TIMIKA | Setelah melewati tahapan – tahapan dalam perundingan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) yang ke 21 periode 2020 – 2022, antara PT Freeport Indonesia (PTFI) dan PUK SP KEP SPSI PTFI dan PK FPE KSBSI PTFI yang berlanjut hingga ke Pengadilan Hubungan Industrial (PHI) akhirnya telah diputuskan.

Sebelumnya, KSBSI telah melakukan kesepakatan dengan penawaran yang diberikan oleh PTFI, sementara SPSI belum bersepakat sehingga dilanjutkan sampai ke PHI.

Vice President Industrial Relations PTFI, Demi Magai kepada awak media menjelaskan, PHI
pada tanggal 3 Maret 2021 telah memutuskan menolak beberapa poin dari delapan poin yang diajukan SPSI.

Poin yang ditolak terkait kenaikan gaji yang diminta oleh SPSI adalah 4 persen tahun pertama dan tahun kedua, namun pengadilan menolak dan tetap pada penawaran PTFI yakni 3 persen untuk tahun pertama dan kedua.

Terkait usia pensiun juga ditolak dari usulan usia 55 tahun ke 57 tahun.

“SPSI ajukan 57 tahun namun pengadilan menolak dan tetap pada 55 tahun,” ujar Demi di Hotel Horison Diana, Senin (8/3/2021).

Kemudian mengenai bonus produktifitas, pihak SPSI meminta 2,5 BS jika target produksi kedua tercapai. Sementara perusahaan meminta 1,5 BS, namun pengadilan memutuskan menjadi 2 BS dan berlaku tahun ini juga.

Selain itu, mengenai permintaan SPSI terkait kenaikan upah level muda, yakni level 1 hingga 3 adalah 2,75 persen, namun ditolak pengadilan dan dikembalikan untuk diatur oleh perusahaan.

“Pengadilan menyampaikan bahwa PKB itu berlaku untuk semua karyawan, Artinya semua karyawan PTFI dia serikat buruh atau serikat pekerja dia berlakunya sama,” ujar Demi.

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
Berita Terkait
Baca Juga