Pihak PT Stamford Ungkap Sosok Anju, Korban Tewas Kecelakaan di Timika

ANGKAT - Rekan-rekan Anju Sahrukan saat mengangkat peti jenazah untuk dimasukkan ke dalam mobil ambulans. (Foto: Ist)
ANGKAT | Rekan-rekan Anju Sahrukan saat mengangkat peti jenazah untuk dimasukkan ke dalam mobil ambulans. (Foto: Ist)

TIMIKA | Dibalik tewasnya Anju Sahrukan dalam kecelakaan lalulintas di Jalan Poros SP 3, Timika, pada 8 November 2022 lalu, ada kenangan yang masih disimpan oleh rekan-rekannya di PT Stamford Tyres Indonesia.

Menurut rekan dan pimpinannya, Anju orangnya rajin, sopan, dan murah hati.

“Anju itu orangnya sopan pak, sering mengucapkan kata tolong dan maaf. Dan kami sangat kehilangan,” kata Ronald di bagian Bussines Development, Selasa (15/11/2022).

Hal yang sama juga dirasakan
Riset and Planner PT Stamford Tyres Indonesia Igo Shafiq. Dikatakan, Anju ini rasa keingintahuannya tinggi. Misalnya, kalau dia baca buku dan menemukan kata-kata yang menurutnya itu bagus dan membuat penasaran, maka akan dicari sampai ketemu.

“Korban itu rajin dan rasa keingintahuan itu tinggi dan akan dicari sampai ketemu. Selain itu dia tidak pernah membantah dalam bekerja,” kata Igo.

Igo menceritakan, sebelum kecelakaan maut terjadi, Anju sempat meminta pigura untuk dipasangkan foto terbaiknya. Bahkan, Anju juga sempat mengajak foto bersama.

“Dia (Anju) bilang ‘Pak ayo foto pak, kapan lagi bisa foto sama saya’. Itu 1-2 jam sebelum kejadian, namun belum sempat karena masih sibuk,“ kata Igo.

Sementara Supervisor Safety PT Stamford Tyres Indonesia Ferrian Firmansyah mengatakan, sebelum kejadian itu, setiap pagi dilakukan ‘fatality risk managemen’ (FRM). Saat itu, Anju yang memimpin ‘streaching’ (pemanasan).

Setelah itu, dia pamit untuk keluar karena ada urusan. Rekan-rekannya sampaikan naik mobil saja, namun Anju tetap menggunakan sepeda motor dengan alasan biar cepat.

“Dari kantor itu dia numpang mobil yang rutenya ke arah Kota Kuala dan turun di pertigaan. Selanjutnya dia ke chek poin ambil sepeda motor menuju ke SP2,” kata Ferrian.

Ferrian mengungkapkan, pihak perusahaan kemudian mendapat kabar Anju kecelakaan.

Semua rekan kerjanya segera ke TKP untuk memastikan. Setelah dipastikan memang Anju yang mengalami kecelakaan, operasional langsung tutup untuk mengikuti prosesnya semua.

“Sejak 2 hari itu, jam operasional hanya setengah hari. Ini kami lakukan sebagai bentuk penghormatan kepada Anju. Dan kami sangat kehilangan dia. Apalagi, menurut informasi Anju sendiri sebagai tulangpunggung keluarga,” ungkap Ferrian.

*PT Stamford Tanggung Seluruh Biaya Kepulangan Jenazah Anju*

PT Stamford Tyres Indonesia menanggung seluruh biaya kepulangan jenazah Anju ke kampung halaman di Provinsi Riau.

Riset and Planner PT Stamford Tyres Indonesia Igo Shafiq mengatakan, pasca Anju alami kecelakaan pihak perusahaan  mengikuti prosesnya mulai antar jenazah ke Rumah Sakit Mitra Masyarakat (RSMM), rumah duka di Jalan Kartini Jalur 1, hingga pengiriman jenasah ke Medan dan lanjut ke Langkat, Riau hingga pemakamannya.

“Semua pembiayaan itu di tanggungg perusahaan (PT Stamford Tyres Indonesia) dimana Anju bekerja,” kata Igo.

Hal ini disampaikan Igo mewakili perusahaan, karena ada kabar pembiayaan pengiriman jenasah Anju ke kampung halaman dilakukan oleh pelaku melalui perusahaan yang menaunginya.

Adanya kabar tersebut hingga pihak perusahaan mendatangi Satlantas Polres Mimika. Sebab ada kabar juga ada upaya ‘restorative justice’ (RJ).

“Jujur kami kaget dengan adanya peryataan biaya ditanggung oleh pelaku melalui perusahaan yang menaungi. Karena semua itu kami yang tanggung. Tidak tahu ya, kalau dari pelaku juga ikut membantu,” ujar Igo.

Supervisor HRD PT Stamford Tyres Indonesia Anggraini Rahmasari memastikan, seluruh hak-hak dari almarhum Anju akan diterima ahli waris.

Saat ini semua sedang dalam pengurusan karena masih ada beberapa dokumen yang harus dilengkapi, dan itu melibatkan ahli waris atau orang tua Anju.

“Untuk BPJS Ketenagakerjaan sedang dalam proses. Karena masih ada dokumen pengisian dari dokter terkait kematiannya, yang harus ditandatangani dengan materai oleh ahli waris. Dan ‘alhamdulillah’ hal itu tidak jadi kendala, karena masih ada perwakilan perusahaan yang ikut. Mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa selesai dan diterima oleh ahli waris,” tutur Anggraini.

 

Tanggapi Berita ini
reporter : Mujiono
editor : Aditra

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.