Pilot Joice Lin Dimakamkan di Sentani, Direktur MAF: Itu Sudah Kesepakatan

TABUR BUNGA - Sejumlah rekan pilot menabur bunga di makam Joice Lin di TPU Sereh Sentani. FOTO: Levin
TABUR BUNGA | Sejumlah rekan pilot menabur bunga di makam Joice Lin di TPU Sereh Sentani. (Foto: Levin/SP)

SENTANI | Jenazah pilot Mission Aviation Fellowship (MAF) Papua, Joice Chaisan Lin yang meninggal akibat kecelakaan pesawat di Danau Sentani dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Sereh Sentani.

Pemakaman Joice Lin warga negara Amerika diawali dengan ibadah pelepasan di aula Hilcrest International School (HIS) Sentani yang dihadiri oleh keluarga, kerabat dan teman kerja dari Menajemen MAF Papua.

Sejatinya, pemakaman dihadiri banyak warga, namun menajemen MAF mengikuti anjuran pemerintah terkait social distancing dan physical distancing, sehingga dilakukan pembatasan.

Joice Chaisan Lin, adalah Warga Negara Asing (WNA) asal Amerika, ia merupakan salah satu lulusan terbaik Massachussets Institute of Tecnology (MIT).

Setelah menyelesaikan pendidikan di Massachussets Institute of Tecnology (MIT), ia melanjutkan pendidikan dan berhasil memperoleh sertifikasi pilot.

Chief Pilot MAF Papua, Kees Janse, mengungkapkan, Joice Lin datang ke Indonesia pada tahun 2018 lalu dan sempat menetap di Jawa Tengah selama stu tahun.

“Sebelum ke Papua, ia tinggal di Jawa Tengah selama satu tahun untuk belajar bahasa Indonesia, dan pada tahun 2019 ia pindah ke Papua dan bekerja di Mission Aviation Fellowship (MAF) Papua,” kata Kees Janse saat membacakan riwayat dari Joice Lin.

Meski hanya 1 tahun bertugas di Papua, namun pelayanannya sangat berdampak.
Dimana dia banyak membantu masyarakat papua dengan melayani pengangkutan pasokan makanan, melayani tenaga medis, tenaga guru, dan missionaris yang bertugas di pedalaman Papua.

“Meski hanya satu tahun melayani di Papua, namun ia sangat menikmati tugasnya sebagai spesialis IT dan seorang pilot. Banyak tugas pelayanan yang dia lakukan dalam membantu masyarakat di Papua,” ujarnya.

“Dia juga mengaku sangat bahagia bisa bekerja di Mission Aviation Fellowship (MAF) Indonesia karena dia bisa menjalankan tugas sebagai pilot dan spesialis IT,” tambahnya.

Sementara itu, Direktur MAF, Mike Brown, menungkapkan, alasan Joice Lin tidak dipulangkan dan dimakamkan di Papua karena kesepakatan bersama, sebelum dia melakukan pelayanan di Papua.

“Sebelum bekerja di MAF sudah ada kesepakatan jika sewaktu-waktu ada kejadian seperti ini, maka akan dimakamkan di daerah pelayanan,” ujarnya singkat.

Joice Lin meninggal dalam kecelakaan pesawat yang terjadi di Danau Sentani pada Selasa (12/5) pagi.

Saat itu, ia hendak mengantar alat kesehatan untuk penanganan Covid-19 ke Distrik Mamid, Kabupaten Tolikara, namun dua menit setelah take off, pesawat jatuh di danau sentani yang menyebabkan ia meninggal dunia.

Reporter: Fnd
Editor: Aditra
Tanggapi Berita ini

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.