Pj Bupati Mappi Michael Gomar jadi Narasumber Rakor Pemerintahan Kemendagri

Pj Bupati Mappi Michael R. Gomar saat memberikan materi. (Foto: Humas Mappi)

TIMIKA | Penjabat Bupati Mappi, Papua Selatan, Michael Rooney Gomar menjadi narasumber pada Rapat Koordinasi (Rakor) Pembahasan Pusat dan Daerah dalam rangka penyelesaian permasalahan pada daerah otonom hasil pemekaran di Wilayah Kalimantan, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku dan Papua.

Rakor digelar Direktorat Jendral Otonomi Daerah, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) di Hotel Orchardz Jayakarta, Jumat (8/3/2024).

Dalam Rakor tersebut, Michael Gomar membawa materi tentang Perkembangan Penyelenggaraan Pemerintahan serta tantangan pasca Daerah Otonomi Baru (DOB) di Kabupaten Mappi.

Rakor pemerintah daerah dan pemerintah pusat tersebut dibuka Direktur Penataan Daerah Otonomi Khusus dan Dewan Pertimbangan Otonomi Daerah Direktorat Jendral Otonomi Daerah, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Valentinus Sudarjanto Sumito.

Valentinus dalam sambutannya mengatakan bahwa para peserta dari pemerintah daerah yang hadir adalah perwakilan dari daerah kabupaten/kota hasil pemekaran Tahun 1999 sampai Tahun 2014.

“Kami sangat berharap ini menjadi wadah bagi kita untuk curahkan pendapat, saling berbagi ilmu dan pengalaman yang ada,” kata Valentinus.

Valentinus mengatakan, penyelengaraan kegiatan ini merupakan rangkaian upaya penyelesaian permasalahan pada 23 daerah otonom, hasil pemekaran tahun 1999 sampai dengan tahun 2014 yang telah berjalan sejak tahun 2020.

Ia menyebutkan, pemekaran daerah setelah reformasi hingga tahun 2014 telah melahirkan daerah otonom yang jumlahnya hampir mencapai 2 kali lipat dari jumlah sebelum reformasi.

Sebelum reformasi indonesia, terdiri dari 319 daerah otonom mulai dari Provinsi, Kabupaten/kota. Begitu setelah reformasi daerah otonom mengalami peningkatan yang signifikan yakni berjumlah 542 daerah otonom.

“Contohnya di Papua baru-baru ini telah dilakukan pemekaran menjadi 6 daerah otonom. Kami berharap 4 daerah otonom baru di Papua ini betul-betul bisa menjadi contoh yang baik bagi pemekaran kedepan untuk daerah lainnya. Dan kami akan terus mengawal selama tiga tahun kedepannya untuk daerah otonom baru ini,” tuturnya.

Lanjutnya, untuk daerah pemekaran, pemerintah pusat akan melakukan evaluasi selama 5 tahun masa daerah otonomi baru. Sekarang masih dicari cara untuk mengevaluasi langkah yang tepat untuk daerah secara keseluruhan.

Valentinus menegaskan, penilaian terhadap aspek-aspek perkembangan penyelenggaraan pemerintah daerah dalam evaluasi tersebut meliputi, Organisasi Perangkat Daerah, pengisian personel kepegawaian mulai dari Pusat, pegawai dari Provinsi induk, usulan pribadi dan dari kementerian dan lembaga terkait.

Advertisements

Direktorat Jendral Otonomi Daerah Kemendagri kata Valentinus, terus memantau setidaknya ada 4 aspek krusial penyelenggaraan pemerintahan yang masih belum dapat dipenuhi sejumlah daerah hasil pemekaran tahun 1999 sampai tahun 2014, yaitu dalam hal pengalihan Aset, peralatan dan dokumen, penyerahan hibah, penegasan batas daerah dan penyediaan sarana dan prasarana pemerintahan.

Sehingga sampai sekarang masih ada derah pemekaran sejak tahun 1999 itu yang belum memiliki kantor bupati yang permanen yang betul-betul milik kabupaten tersebut.

Pada kesempatan yang sama, Pj Bupati Mappi, selaku narasumber mengatakan, rapat koordinasi pemerintah daerah dan pemerintah pusat untuk melihat juga mendapatkan input dan curah pendapat terkait dengan pelaksanaan penyelenggaraan pemerintah daerah dan tantangan yang dihadapi.

Advertisements

“Atasnama Pemerintah Kabupaten Mappi Provinsi Papua Selatan, kami memberikan apresiasi yang luar biasa kepada Kemendagri melalui Direktorat Jendral Otonomi Daerah yang telah berinisiasi dan telah menyelenggarakan rapat koordinasi ini. Sehingga keadaan atau situasi baik yang best praktis maupun bad paktis yang kami hadapi didaerah bisa kami sampaikan dan menjadi pembelajaran bagi kita bersama,” ungkapnya.

penulis : Anya Fatma
editor : Aditra

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tinggalkan Balasan