Polda Papua Ambil Alih Kasus Video Mesum Seorang Tokoh Masyarakat di Mimika

Kapolda Papua Irjen Pol Drs. Paulus Waterpauw diampingi Kapolres Mimika, AKBP I Gusti Gde Era Adhinata. (Foto: Sevianto/SP)
Kapolda Papua Irjen Pol Drs. Paulus Waterpauw diampingi Kapolres Mimika, AKBP I Gusti Gde Era Adhinata. (Foto: Sevianto/SP)

TIMIKA | Kasus video mesum yang mempertontonkan adegan pornografi oknum tokoh masyarakat di Kabupaten Mimika, Papua dan seorang perempuan,  akhirnya diambil alih atau dilimpahkan dari Polres Mimika ke Polda Papua untuk ditangani secara spesifik.

Kapolda Papua, Irjen Pol Drs. Paulus Waterpauw saat menyampaikan keterangan pers di Kantor Pusat Pelayanan Polres Mimika, Sabtu (15/8) menerangkan bahwa, pada tanggal 11 Agustus 2020 sekitar pukul 22.35 WIT telah beredar video mesum di media sosial grup WhatsApp “Papua dan Solusi”, yangmana korban dalam video itu adalah seorang tokoh masyarakat berinisial MM.

Menurut Kapolda, video tersebut sengaja diedarkan oleh seorang pelaku kini sedang diselidiki. Pada handphone milik AZDB alias I yang kini sudah ditetapkan sebagai tersangka pembuat video, nama lain atau anonim pelaku penyebar video adalah Big Bos.

Sebanyak empat orang saksi telah diperiksa penyidik. Polisi juga sudah mengamankan barang bukti 2 unit handphone milik tersangka lengkap dengan sim card.

Kepada pelaku dan tersangka, keduanya diancam dengan Pasal 29 juncto Pasal 4 ayat (1) Undang-undang Republik Indonesia Nomor 44 tahun 2008 tentang Pornografi, ancaman pidananya 6 sampai 12 tahun atau denda Rp250 juta sampai dengan Rp6 miliar.

Selain itu juga Pasal 45 ayat (1) juncto Pasal 27 ayat (1) Undang-undang Republik Indonesia nomor 19 tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-undang Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Eletronik (ITE) dengan ancaman 6 tahun dan denda Rp1 miliar.

IKLAN-TENGAH-berita

Selanjutnya, Kapolda juga menyampaikan karena kasus ini khusus dan spesifik lantaran didalamnya terkait dengan beberapa oknum tokoh di Mimika, maka dalam rapat bersama dengan jajaran Polres Mimika memutuskan kasus ini ditangani oleh Polda Papua.

“Dari rapat bersama saya putuskan bahwa ini akan ditangani oleh Polda Papua. Akan dilimpahkan ke Polda Papua untuk kita tangani, proses, karena ini tidak bisa ditangani oleh lingkup Polres,” kata Kapolda.

Prev1 of 2

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
INFOGRAFI IGbar
BERITA TERKAITbar
BERITA VIRALbar
BERITA UTAMAbar
BERITA PILIHANbar
BERITA POPULERbar