Polisi Beberkan Kronologis Rusuh di Poumako, ini Penyebabnya

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
BERJAGA | Aparat keamanan masih berjaga-jaga di area Poumako, lokasi dimana warga melakukan aksi blokade jalan. (Foto: Saldi/Seputarpapua)
BERJAGA | Aparat keamanan masih berjaga-jaga di area Poumako, lokasi dimana warga melakukan aksi blokade jalan. (Foto: Saldi/Seputarpapua)

TIMIKA | Hingga siang ini warga masih melakukan aksi blokade jalan di area Poumako, Distrik Mimika Timur, Mimika, Papua, pasca kerusuhan antar kelompok warga yang terjadi pada Minggu malam, 7 Maret 2021.

Wakapolres Mimika, Kompol Sarraju, mengatakan, sampai saat ini warga belum mau membuka blokade jalan sehingga menyebabkan arus lalu lintas dari arah Poumako menuju Timika begitu juga sebaliknya sementara terhenti.

Terkait peristiwa ini, ia menerangkan, kejadian bermula adanya salah satu warga yang dipengaruhi minuman keras (miras) beralkohol. Warga tersebut kemudian menghentikan kendaraan pick up pengangkut air galon, sehingga terjadi cekcok.

Dari percekcokan itulah menyebabkan oknum warga yang mabuk dan menghentikan mobil pick up mendapat aniaya, lantaran yang bersangkutan melakukan suatu tindakan sehingga memancing terjadinya penganiayaan.

“Orang mabuk tersebut di aniaya, dan kembali memanggil rekan-rekannya kemudian melakukan pembalasan,” terang Kompol Sarraju yang ditemui awak media di lokasi kejadian, Senin (8/3/2021).

Setelah kejadian itu, saling serang tak dapat dihindari antar dua kelompok warga, mengakibatkan rumah dan kios-kios milik pedagang setempat menjadi sasaran pelemparan batu.

Personel Kepolisian dari Polsek Mimika Timur (Miktim) dipimpin Kapolsek Iptu Wiltson Richard Latuasan kemudian mendatangi lokasi kejadian, dan berupaya berkomunikasi untuk menghentikan aksi massa yang sudah terlihat brutal.

Tetapi, datang satu truk pasukan dari satuan lain, menyebabkan situasi kembali memanas. Akibatnya warga melakukan lagi aksi penyerangan ke arah aparat, sehingga terjadi penembakan dan seorang warga menjadi korban tertembak.

“Korban ada di RSUD yang terkena tembakan, dan sudah menjalani operasi. Kondisinya masih dalam penanganan dokter,” kata Sarraju.

“Memang disitu Polsek datang, dan Kapolsek sendiri ada di TKP menangani masyarakat yang sedang bermasalah. Kemudian ada satu kendaraan aparat yang datang kesitu, dari satuan lain ya. Kemudian terjadi keributan dan mobil Polsek sempat dilempari juga,” sambungnya.

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
Berita Terkait
Baca Juga