seputarpapua.com

Polisi Minta Keterangan Pilot Pesawat yang Ditahan Selama 2 Jam di Lapter Wangbe

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
Kapolda Papua, Irjen Pol Mathius Fakhiri. (Foto: Saldi/Seputarpapua)
Kapolda Papua, Irjen Pol Mathius Fakhiri. (Foto: Saldi/Seputarpapua)

TIMIKA | Kapolda Papua, Irjen Pol Mathius D. Fakhiri mengakui adanya aksi penahanan oleh sekitar 30 orang warga terhadap pilot pesawat Susi Air PK -BVY di lapangan terbang (Lapter) Wangbe, Distrik Wangbe, Kabupaten Puncak, Papua, pada Jumat, 12 Maret 2021 sekitar pukul 06.20 WIT.

Terkait kejadian itu, Kapolda telah memerintahkan jajaran Polres Mimika untuk melakukan pemeriksaan dengan mengambil keterangan dari Captain Pilot Ian John Terrence Hellyer, yang merupakan warga negara Selandia Baru, yang sempat ditahan selama kurang lebih 2 jam.

“Bersangkutan telah kembali dan telah diambil keterangan nanti oleh pihak Polres setempat. Nanti ada pak Kapolres untuk menggali kenapa sampai dia bisa ditahan,” kata Irjen Fakhiri di Mako Brimob Batalyon B Mimika, Sabtu (13/3/2021).

Tujuan dilakukan pemeriksaan terhadap pilot, kata Fakhiri, untuk dijadikan sebagai bahan bagi kepolisian agar ketika dilakukan penindakan di wilayah itu bisa menjadi bukti atau dasar bagi kepolisian dalam melakukan penindakan.

“Apabila nanti kita melakukan penindakan disana, kita punya alat bukti berkaitan dengan kejadian kemarin,” katanya.

Fakhiri mengakui dari sekitar 30an warga yang menahan pilot, terlihat dua pucuk senjata api jenis M16. Sehingga tindakan yang dilakukan puluhan warga tersebut diduga kuat ditunggangi oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) di wilayah itu.

Meski demikian, Fakhiri juga mengucapkan terimakasih kepada warga lainnya lantaran atas bantuan mereka sehingga pilot akhirnya bisa kembali terbang ke Mimika dalam keadaan selamat.

Sebelumnya, sekitar 30 orang di Lapter Wangbe, Distrik Wangbe, Kabupaten Puncak melakukan upaya menghalangi pilot untuk kembali ke Mimika, lantaran saat itu mengantar tiga orang warga masing-masing Ricky Dolame, Arikala Dolame dan Arike Wandikbo.

Beruntung upaya komunikasi yang dibangun dengan warga yang menahan pilot, sehingga akhirnya mereka bisa kembali terbang ke Mimika dengan selamat.

 

Reporter: Saldi
Editor: Aditra
Berita Terkait
Baca Juga