Polisi Sebut Dugaan Penggelapan Dana di Yayasan Yu Amako Tidak Sesuai AD/ART

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
Kasat Reskrim Polres Mimika, AKP Hermanto. (Foto: Saldi/SP)
Kasat Reskrim Polres Mimika, AKP Hermanto. (Foto: Saldi/SP)

TIMIKA | Hingga kini, penyidik Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Mimika, Papua masih mendalami kasus dugaan penggelapan dana masyarakat di Yayasan Yu Amako tahun 2019.

Kepala Satreskrim Polres Mimika, AKP Hermanto mengungkapkan, pengurus lama Yayasan Yu Amako dibawah pimpinan Stevanus Urumami, sistim pembagian dana perwalian atau trush fund dari PT Freeport Indonesia (PTFI) untuk masyarakat lima kampung melalui Yayasan Yu Amako, berbanding terbalik dengan AD/ART yang ada.

Seharusnya, sesuai AD/ART, 75 persen dana dibagikan kepada masyarakat, sedangkan 25 persen untuk operasional yayasan.

Faktanya, justru ditemukan 25 persen dibagikan ke masyarakat sedangkan 75 persen untuk operasional yayasan.

Hal itu terungkap dari data-data laporan pertanggung-jawaban (LPJ) yang diterima penyidik, kebanyakan bukti penggunaan dana oleh pengurus yayasan hanya berupa kertas kwitansi, tidak dicantumkan bukti lebih detail atas penggunaan dana yang dimaksud.

Misalkan saja, perjalanan pengurus ke Jakarta, tidak terdapat bukti tiket maupun boarding pass atas perjalanan itu. Hanya berupa kwitansi atas total biaya perjalanan yang di keterangannya tertulis untuk keperluan operasional.

“Di AD/ART kan sudah dijelaskan, 75 persen untuk ke masyarakat, 25 persen untuk ke yayasan. Tapi dibalik oleh mereka. Kita lihat LPJ-nya malah 75 persen penggunaan anggaran ini untuk operasional yayasan semua, masyarakat cuma 25 persen,” ungkap AKP Hermanto di Timika, Selasa (22/12).

Tidak hanya itu, banyak juga bukti kwitansi yang keterangan penggunaan dananya untuk membayar hutang. Dan terdapat pula hutang dari tahun 2016 yang dibayarkan pengurus di LPJ tahun 2019.

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
Berita Terkait
Baca Juga