Polisi Tangkap Bandar Judi, Sebut Sehari Untung Rp700 Ribu

Salah satu barang bukti berupa prediksi angka yang diamankan dari LA dalam penggerebekan togel, Selasa (23/8/2022) malam. (Foto: Yonri/Seputarpapua)
Salah satu barang bukti berupa prediksi angka yang diamankan dari LA dalam penggerebekan togel, Selasa (23/8/2022) malam. (Foto: Yonri/Seputarpapua)

TIMIKA | Kepolisian Resor Mimika, Papua mengakui bandar judi toto gelap (togel) yang diamankan baru-baru ini tidak mempunyai sokongan atau bekingan.

Terduga bandar togel berinisial B alias LA ini merupakan satu-satunya bandar togel yang saat ini berhasil diamankan. Kepada polisi, LA mengaku membuka bandar togel usai melihat bandar yang lainnya tutup.

“Mereka bilang, yang lain pada tutup jadi kami gunakan kesempatan itu dikarenakan menjadi pemenuhan kebutuhan,” ungkap Kasatreskrim Polres Mimika, Iptu Bethu Haridyka Eka Anwar, Rabu (24/8/2022).

Kendati begitu menurut Berthu, pihaknya akan terus mendalami penyelidikan terkait praktik judi ini termasuk jika ada bekingan di belakangnya.

“Apabila nanti ada bekingan, baik itu anggota ataupun mungkin dari masyarakat sekitar, ataupun permintaan dari masyarakat sekitar, itu kita akan lakukan penyilidikan lanjut,” kata Berthu.

LA diamankan polisi di kios togelnya, di Jalan Bogenvill pada Selasa (23/8/2022) malam. Dari penggerebekan itu polisi berhasil mengamankan uang tunai Rp Rp 6.740.000.

Seperti dijelaskan Kasatreskrim, LA mengaku, penjualan togel ini membawa untung bersih Rp700 ribu per harinya.

Wakapolres Mimika, Kompol Praja Gandha dalam konferensi pers, mengakui praktek judi togel maupun king sudah sejak lama menjadi penyakit masyarakat bagi sebagian masyarakat Mimika.

Diakuinya, pemusnahan praktik judi saat ini merupakan perintah Kapolres Mimika AKBP I Gede Putra pun menyusul perintah dari Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Praja tegaskan akan membasmi para bandar sampai Mimika bersih dari praktik perjudian.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memerintahkan jajaran Mabes Polri hingga Polda untuk memberantas aktivitas judi, baik perjudian konvensional maupun online, termasuk pihak yang melindungi praktik tersebut.

Perintah ini turun menyusul adanya dugaan backing-an yang terjadi di tubuh Polri atas aktivitas perjudian yang dikenal dengan istilah Konsorsium 303, saat ini.

“Saya ulangi yang namanya perjudian, apakah itu judi darat, judi online, dan berbagai bentuk tindak pidana lainnya harus ditindak,” kata Kapolri pada Kamis, 18 Agustus 2022.

“Saya tidak memberikan toleransi kalau masih ada kedapatan, pejabatnya saya copot. Saya tidak peduli apakah itu Kapolres, apakah itu Direktur, apakah itu Kapolda, saya copot. Demikian juga di Mabes tolong untuk diperhatikan, akan saya copot juga,” tegas Sigit.

reporter : Yonri

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.