Polres Boven Digoel Catat Sudah 15 Bakal Calon Ajukan SKCK Pilkada 2024

Kapolres Boven Digoel, AKBP I Komang Budiartha. (Foto: Humas Polres BVD)

MERAUKE, Seputarpapua.com | Kepolisian Resor (Polres) Boven Digoel mencatat kurang sudah 15 bakal calon yang sudah mengajukan pengurusan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) sebagai persyaratan untuk maju di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024.

Kapolres Boven Digoel AKBP I Komang Budiarta mengatakan, para bakal calon Bupati Boven Digoel yang akan bertarung di kontestasi Pilkada Serentak 2024 perlu memenuhi ketentuan dan persyaratan dokumen yang ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU), salah satunya SKCK.

“Sudah ada kurang lebih 15 bakal calon yang mengajukan pengurusan SKCK di kami dan soal lolos tidaknya bakal calon bupati ini ada ranah KPU. Kita hanya berwenang dan bertugas mengeluarkan surat catatan kelakuan baik kepolisian,” terang AKBP Budiartha via telepon seluler, Senin (10/6/2024).

Menurut AKBP Budiartha, jumlah bakal calon yang mengurus SKCK setiap pekannya terus bertambah sesuai dengan kebutuhan para calon yang bertarung.

Disinggung perihal pengamanan Pilkada 2024 di daerah rawan, AKBP Budiartha mengungkapkan, pihaknya mengintensifkan pengamanan dan pengawasan melekat untuk setiap tahapan penyelenggara Pemilu.

“Kategori rawan kita di sini, adalah daerah-daerah terisolir dan terjauh, seperti Distrik Bomakia, Firiwage, Kombut dan sebagainya yang susah dijangkau dengan kendaraan. Khusus dalam hal distribusi logistik Pemilu, kita harus berjalan kaki dengan memikul logistik dan harus kita kawal hingga ke tujuan,” ujarnya.

“Saat ini situasi masih aman. Kegiatan-kegiatan KPU yang menyangkut tahapan-tahapan Pilkada selalu kita amankan dan kita awasi dari aktivitas masyarakat yang menghambat jalannya Pilkada. Yang jelas kita berkoordinasi antara Polres, Kodim, KPU dan Bawaslu” sambungnya.

Ia menambahkan, kepolisian tetap selalu tanggap terhadap gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Aktivitas ekonomi masyarakat yang berdampak mengganggu kamtibmas tetap harus ditertibkan.

“Usaha peredaran dan penjualan minuman keras pasti kita tutup jika melanggar ketentuan dan memicu kriminalitas. Karena di Boven Digoel ini, aktivitas penjualan miras masih terpaut dengan Perda Pelarangan, ya, pasti kita tutup,” tandas AKBP Budiartha.

penulis : Hendrik Resi
editor : Aditra

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tinggalkan Balasan