Polres Mimika Dalami Penyebab Meninggalnya Markus Kamisopa

Pihak keamanan TNI-Polri membuka blokade jalan yang berada tepat didepan rumah keluarga almarhum Markus Kamisopa, korban meninggal dunia diduga dianiaya oknum aparat keamanan. (Foto: Ist)
Pihak keamanan TNI-Polri membuka blokade jalan yang berada tepat didepan rumah keluarga almarhum Markus Kamisopa, korban meninggal dunia diduga dianiaya oknum aparat keamanan. (Foto: Ist)

TIMIKA | Polres Mimika saat ini tengah mendalami penyebab kematian salah satu warga Kampung Cenderawasih, Distrik Mimika Timur, Mimika, Papua Tengah yang bernama Markus Kamisopa (26).

Kapolres Mimika AKBP I Gede Putra mengatakan saat ini untuk penyebab dan latar belakang kejadian yang mengakibatkan meninggalnya korban masih didalami, termasuk dugaan adanya keterlibatan dari oknum aparat.

“Semua masih kami dalami, termasuk diduga keterlibatan oknum aparat,” kata Kapolres.

Sementara itu Kapolsek Mimika Timur AKP Matheus T. Ate menyampaikan bahwa proses pemakan jenazah korban Markus Kamisopa sudah dilakukan siang tadi, sekitar pukul 13.00 WIT di TPU kampung Kaugapu.

Usai dilakukan pemakaman, pihak keamanan TNI-Polri melakukan negosiasi dengan keluarga dan warga setempat untuk membuka blokade jalan didepan rumah duka.

Setelah proses negosiasi dilakukan, akhirnya blokade jalan dapat dibuka kembali.

“Tidak ada pemaksaan, tapi atas keiklasan keluarga jadi mereka buka (blokade). Aktivitas kendaraan yang melewati jalan tersebut sudah kembali normal,” ujarnya.

Nantinya pada Senin, 7 Agustus 2023 pihak keamanan TNI-Polri bersama Kepala Distrik Mimika Timur dan keluarga korban akan melakukan pertemuan untuk mencari solusi terbaik agar permasalahan ini dapat diselesaikan secara tuntas agar tidak ada yang merasa dirugikan.

“Nanti akan dihadiri oleh Dandim 1710/Mimika, Kapolres Mimika, Kadistrik Miktim, Kapolsek Miktim, Danyon 757, Danki Kompi A dan keluarga korban,” terangnya.

Sebelumnya warga kampung Cenderawasih melakukan aksi blokade jalan poros Timika-Poumako tepatnya didepan Kompi A Senapan Yonif 757/GV, pada Rabu, 2 Agustus 2023. Aksi itu menyebabkan aktivitas lalulintas dari Timika maupun Poumako terhenti.

Dandim 1710/Mimika Letkol Inf Dwi Cahyadi saat itu mengatakan, pihaknya akan melakukan penyelidikan terkait kasus yang terjadi dan mengibatkan tewasnya Markus Kamisopa.

“Kami belum tahu pasti seperti apa (kejadiannya), namun tetap kami akan lakukan penyelidikan agar semua jelas. Apabila benar ada oknum anggota yang terlibat, akan kami tindak lanjuti sesuai SOP yang ada,” kata Dandim.

Advertisements

Markus Kamisopa meninggal dunia akibat tindak kekerasan yang diduga dilakukan oleh oknum aparat keamanan setempat, lantaran sebelumnya sempat terjadi keributan antara pemuda dengan oknum aparat.

penulis : Arifin Lolialang
editor : Saldi Hermanto

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tinggalkan Balasan