Polres Mimika Hentikan Kasus Kematian Florida Letsoin

AUTOPSI | Pelaksanaan autopsi jasad Florida Letsoin yang dilakukan Tim Dokter Kesehatan Mabes Polri dan Satreskrim Polres Mimika. (Foto: Muji/SP)
AUTOPSI | Pelaksanaan autopsi jasad Florida Letsoin yang dilakukan Tim Dokter Kesehatan Mabes Polri dan Satreskrim Polres Mimika. (Foto: Muji/SP)

Sementara dari hasil otopsi yang dilakukan oleh dokter forensik, kesimpulannya belum ada tanda-tanda yang menjurus korban dibunuh, atau telah terjadi pembunuhan.

Dokter forensik menjelaskan bahwa memang ada tanda lecet jerat tali dan mati lemas. Mati lemas itu artinya tidak tersalurkannya pernapasan yang harus dikeluarkan atau pernafasannya terhenti.

“Dari keterangan tersebut, maka unsur Pasal 351KUHP belum terpenuhi. Begitu juga dengan unsur Pasal 338 KUHP (pembunuhan) belum terpenuhi. Karenanya kami hentikan kasus ini,” tutur Hermanto.

Meski demikian, menurut Hermanto, apabila dikemudian hari ada tanda atau bukti-bukti baru, maka kasus ini dapat dibuka kembali.

Hal ini juga sudah disampaikan kepada penesehat hukum pelapor.

“Silahkan saja dibuka lagi. Artinya buktinya itu ditunjukkan ke kami, maka akan dibuka lagi,” ujar Hermanto.

Perlu diketahui, kasus meninggalnya Florida Letsoin yang merupakan istri Lurah Kamoro Jaya pada Senin 24 Agustus 2020 dilaporkan pihak keluarga ke Polres Mimika lantaran merasa janggal dengan kematian korban di halaman belakang rumahnya, Kampung Kamoro Jaya-SP1 sekitar pukul 02.00 dini hari.

Dari keterangan suami korban bahwa ia menemukan jasad istrinya dalam keadaan sudah tidak bernyawa akibat gantung diri pada pohon nangka.

2 of 3

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
INFOGRAFI IGbar
BERITA TERKAITbar
BERITA VIRALbar
BERITA UTAMAbar
BERITA PILIHANbar
BERITA POPULERbar