Polres Mimika Kembali Temukan Pabrik Miras Lokal di SP 4, Warga Tertutup Soal Pemiliknya

TEMUKAN - Personel Polres Mimika kembali temukan lokasi pembuatan miras lokal di Kampung Wonosari Jaya - Sp 4, Rabu (24/6). (Foto: Saldi/SP)
TEMUKAN | Personel Polres Mimika kembali temukan lokasi pembuatan miras lokal di Kampung Wonosari Jaya - Sp 4, Rabu (24/6). (Foto: Saldi/SP)

TIMIKA | Komitmen Kapolres Mimika, AKBP I Gusti Gde Era Adhinata untuk memberantas minuman keras beralkohol buatan lokal tidak hanya sekedar ucapan belaka.

Hari ini, Rabu (24/6), personel Polres Mimika kembali menemukan beberapa camp atau pabrik pembuatan miras lokal jenis sopi.

Lokasi camp pembuatan miras lokal yang ditelusuri petugas kali ini berlokasi di jalur 6 (area dalam) Kampung Winosari Jaya – SP 4, Distrik Wania, Mimika, Papua.

Camp berada di tengah hutan melewati jalan setapak menyusuri beberapa ladang milik warga.

Kasat Sabhara Polres Mimika, AKP M. Rosman Latuconsina yang memimpin tim kepada awak media mengatakan, penemuan camp pembuatan miras berawal dari informasi yang diperoleh petugas, kemudian dikembangkan dan menemukan beberapa titik camp pembuatan miras lokal di SP 4.

Tiga titik camp pertama yang ditemukan merupakan camp lama, sementara dua titik camp terakhir masih beroperasi dan menghasilkan miras lokal.

IKLAN-TENGAH-berita

“Ada dua camp yang mana masih ada barang bukti, baik alat penyulingan kemudian bahan fermentasinya sendiri untuk pembuatan, kemudian bahan siap masak dan bahan jadi,” ungkap AKP Rosman.

Camp dan barang bukti yang ditemukan berupa pipa sebagai alat untuk penyulingan, drum, bahan setengah jadi dan masih dalam proses fermentasi, serta beberapa liter miras lokal sudah jadi.

Kemudian camp dihancurkan lalu di dokumentasikan, sementara untuk barang bukti pendukung lainnya diamankan petugas.

Sementara itu, dalam operasi ini petugas belum berhasil menemukan pelakunya, lantaran warga disekitar camp enggan menyampaikan informasi lebih detail kepada petugas, diduga adanya tekanan dari pelaku atau pemilik camp.

“Salah satu kendala kita dari kepolisian yaitu bahwa, pemberian informasi masih terhambat, karena faktor adanya tekanan atau pengancaman kepada warga masyarakat yang ada di sekitar sini,” katanya.

Kata AKP Rosman, pemilik camp diduga melakukan aktivitas membuat miras lokal pada malam hari, kemudian keluar membawa hasil atau miras lokal dari lokasi camp pada waktu dini hari.

“Untuk tersangka, seperti biasa, tempat-tempat ini mereka beroperasi melihat petugas. Jadi mereka beroperasi, sesuai informasi, mereka masak ini pada saat malam hari, dan mereka mengeluarkan hasil setelah masak itu dini hari. Sehingga kami pada saat datang tidak menemukan tersangka,” jelas AKP Rosman.

 

Reporter: Saldi
Editor: Aditra

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
INFOGRAFI IGbar
BERITA TERKAITbar
BERITA VIRALbar
BERITA UTAMAbar
BERITA PILIHANbar
BERITA POPULERbar