Populasi Ternak Babi di Papua Capai 728.213 Ekor

PENGIRIMAN BABI | Petugas Karantina menyiapkan babi untuk dikirim ke Wamena. (Foto: Ist/SP)
PENGIRIMAN BABI | Petugas Karantina menyiapkan babi untuk dikirim ke Wamena. (Foto: Ist/SP)

Kepala SKP Timika, Tasrif mengatakan, sebagai instansi yang diberi kewenangan oleh pemerintah pusat untuk melaksanakan penyelenggaraan perkarantinaan hewan dan tumbuhan di wilayah Papua, khususnya Kabupaten Mimika, diperlukan kerjasama yang intensif dari semua pihak.

“Pemangku jabatan sipil, TNI/Polri serta masyarakat harus paham dengan peraturan perkarantinaan yang berlaku,” tuturnya.

Hal ini kata dia sebagai upaya pencegahan masuk keluar dan tersebarnya Hama Penyakit Hewan Karantina (HPHK) dan Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK), agar kelestarian sumber daya alam di wilayah Papua tetap terjaga hingga dapat dinikmati oleh generasi masa akan datang.

Ia menambahkan, Undang-Undang Nomor 21 tahun 2019, mempersyaratkan bagi setiap orang yang akan melalulintaskan hewan, tumbuhan beserta produknya wajib melengkapi sertifikat kesehatan, melalui tempat yang telah ditetapkan, melaporkan dan menyerahkan kepada Pejabat Karantina untuk keperluan tindakan karantina, pengawasan dan atau pengendalian.

 

Reporter: Anya Fatma
Editor: Misba Latuapo
2 of 2Next

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
INFOGRAFI IGbar
BERITA TERKAITbar
BERITA VIRALbar
BERITA UTAMAbar
BERITA PILIHANbar
BERITA POPULERbar