seputarpapua.com

Prof Wiku Tegaskan Herd Immunity dengan Pembiaran Infeksi Covid-19 Adalah Keliru

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
Prof Wiku Adisasmito. (Foto: Ist)
Prof Wiku Adisasmito. (Foto: Ist)

TIMIKA | Koordinator Tim Pakar sekaligus Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito menegaskan, membiarkan infeksi untuk mencapai herd immunity atau kekebalan komunitas adalah keliru.

“Diskursus herd immunity atau kekebalan komunitas/kelompok ini dapat dicapai saat membiarkan orang sakit/terinfeksi menjadi kebal dengan sendirinya adalah keliru,” katanya dalam siaran pers, Kamis (28/1/2021).

Ia mengatakan, WHO sejak Oktober 2020 telah menekankan bahwa herd immunity adalah konsep yang digunakan untuk pelaksanaan program vaksinasi guna melindungi populasi.

“Masyarakat di suatu daerah tertentu dapat terlindungi saat sebagian besar dari populasinya telah divaksin,” kata dia.

Karena itu, Prof Wiku kembali menegaskan bahwa kekebalan komunitas dapat terbentuk dengan melindungi populasi dari virus, bukan dengan sengaja membiarkannya.

“Herd immunity dapat tercapai apabila 60-70 persen populasi sudah divaksin. Perencanaan ini akan adaptif terhadap kondisi yang terjadi dinamis di lapangan,” lanjutnya.

Vaksinasi Covid-19, lanjut dia, bertujuan untuk mengurangi kerentanan terinfeksi, pengembangan gejala penyakit yang parah, dan peluang penularan kepada orang lain.

“Jika vaksinasi yang tidak disertai protokol kesehatan, maka vaksinasi secara tunggal tidak serta merta menekan angka kematian maupun menghilangkan virus, baik tingkat nasional maupun global,” jelasnya.

Berita Terkait
Baca Juga