seputarpapua.com

Profil Hersal, Pebiliar Pemula yang Dua Kali Menjuarai Turnamen di Mimika

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
Hersal OWBC berhasil menjuarai turnamen Billiar “Mimika Open Nine Ball” di Timika, Sabtu (10/04/2021) (Foto: SEVIANTO PAKIDING/Seputarpapua)
Hersal OWBC berhasil menjuarai turnamen Billiar “Mimika Open Nine Ball” di Timika, Sabtu (10/04/2021) (Foto: SEVIANTO PAKIDING/Seputarpapua)

TIMIKA | Hersal yang berasal dari Club One Week Billiar Club (OWBC) Mimika, berhasil menjuarai turnamen Mimika Open Nine Ball yang digelar POBSI Mimika di Rumah Billiar Paradise, Timika, Papua (7-10/04/2021).

Hersal pada awal karirnya mulai bergabung dengan Timika Indah Billiar Club pada Tahun 2018 sampai tahun 2019. Ia lalu keluar dari Timika Indah Billiar Club dan bergabung dengan One Week Billiar Club tahun 2020 hingga sekarang.

Pada tahun 2019, Hersal yang merupakan pemain pemula mengikuti kejuaraan Turnamen Seri yang diselenggarakan oleh POBSI Mimika.

Cukup mengejutkan, Hersal yang ketika itu masih tercatat sebagai pemain pemula ternyata mampu menjuarai Turnamen Seri tersebut.

Hersal yang mempunyai tekad dan kemauan kuat terus berlatih biliar mengantarkannya sebagai juara umum turnamen seri yang dilaksanakan sebanyak lima seri. Sebagai juara, Ia tentu mengumpulkan poin tertinggi dari sekian banyak atlet yang mengikuti turnamen itu.

Pada tahun 2021, Hersal kembali mengikuti turnamen Mimika Open Nine Ball dan berhasil keluar sebagai juara setelah mengalahkan Bekry BFT, pebiliar asal Sorong, Papua Barat.

Hersal yang bermain dari Handy Cap 3 hanya membutuhkan 4 poin untuk meraih kemenangan. Sedangkan Bekry BFT yang bermain dari Handicap 5 harus mengumpulkan 6 poin untuk meraih kemenangan.

Ketua POBSI Mimika Rocky Pattinama mengatakan, Hersal dapat menjuarai Turnamen Mimika Open Nine Ball karena bermain tidak di bawah tekanan, sedangkan lawannya mempunyai beban yang sangat besar.

“Hersal bisa juara karena bermain tidak di bawah tekanan, sedangkan pemain di atas hersal secara skill, karena di for frame yg bebannya sangat besar,” ungkap Rocky kepada Seputarpapua, Minggu (11/04/2021).

 

Bekry BFT, pebiliar asal Sorong, Papua Barat bertemu dengan Hersal di final turnamen Mimika Open Nine Ball, Sabtu (10/04/2021) (Foto: SEVIANTO PAKIDING/Seputarpapua)

Bekry BFT, pebiliar asal Sorong, Papua Barat bertemu dengan Hersal di final turnamen Mimika Open Nine Ball, Sabtu (10/04/2021) (Foto: SEVIANTO PAKIDING/Seputarpapua)

 

Dalam turnamen ini, kata Rocky, terjadi banyak kejutan, termasuk sejumlah pemain yang sebenarnya diunggulkan namun akhirnya tumbang, bahkan di babak 64 besar dan babak 32 besar.

“Terjadi kejutan karena pemain-pemain yang diunggulkan pada akhirnya kalah, menandakan biliar memang susah diprediksi,” katanya.

Rocky juga mengatakan, mental dan faktor keberuntungan cukup berkontribusi besar untuk mencapai kemenangan dalam pertandingan biliar.

“Mental dan faktor lucky (keberuntungan) memang harus ada dan tersaji di dalam pertandingan agar menarik untuk ditonton” kata dia.

Setidaknya ada empat Atlet PON Papua yang mengikuti turnamen ini yaitu Bachrain, Alex Pao, Agus Meage dan Fatih. Namun, hanya dua atlet PON yang lolos ke babak 16 besar.

“Yang lolos ke 16 besar tinggal Fatih dan Alex Pao, untuk Agus Meage kalah dari Bachrain dibabak 64 besar, sedangkan Bachrain kalah dari Ronald BFT asal Sorong,” papar Rocky.

Menurut Rocky, dengan kalahnya atlet PON dari pebiliar pemula menandakan masih banyak atlet-atlet berpotensi yang dimiliki Papua dan Papua Barat.

Rocky juga optimis biliar Papua dan Papua Barat dapat melahirkan atlet-atlet terbaik ke depan.

Reporter: Yandri
Editor: Sevianto
Berita Terkait
Baca Juga