Protokol Kesehatan Super Ketat Diterapkan Saat Peresmian Venue dan Penamaan Stadion Lukas Enembe

Elia Loupatty

JAYAPURA | Protokol kesehatan super ketat bakal dilakukan saat peresmian seluruh venue olahraga Pekan Olahraga Nasional (PON) XX tahun 2021, termasuk pergantian nama Stadion Utama Papua Bangkit menjadi Stadion Lukas Enembe pada 20 Oktober 2020 mendatang.

Penegasan tersebut disampaikan Sekretaris Umum Panitia Besar PON XX Elia Loupatty kepada wartawan, Selasa (29/9) usai memimpin rapat koordinasi bidang PB PON di Jayapura.

Dikatakan bahwa protokol kesehatan secara ketat dilakukan agar kegiatan tersebut yang akan dilakukan di Kawasan Kampung Harapan, Sentani, Kabupaten Jayapura tidak terjadi klaster baru penyebaran Covid-19.

Mengingat wilayah Kota dan Kabupaten Jayapura dinilai masih menjadi daerah merah dengan tingginya kasus positif Covid-19.

Oleh karena itu, masyarakat ataupun peserta yang akan menghadiri akan dilakukan rapid test Covid-19.

“Karena kondisi wilayah kita tahu penyebarannya cukup tinggi, yang jelas dan pasti protokol kesehatan cukup ketat akan diberlakukan supaya semua aman dan itu sangat penting. Kalau menurut bidang kesehatan, semua peserta yang masuk harus rapid. Saya pikir itu hal yang baik untuk kesehatan,” ujar Elia Loupatty.

IKLAN-TENGAH-berita

“Kami panitia saja akan di rapid, jadi semua harus wajib rapid masuk stadion supaya menghindari klaster baru. Karena ini kerjanya pemerintah, gaungnya pemerintah jadi harus menerapkan protocol kesehatan ketat yang menjadi tujuan dari keinginan kita bersama,” sambungnya.

Sementara itu, dalam rapat tersebut bukan hanya membahas pergantian nama Stadion Papua Bangkit menjadi Stadion Lukas Enembe.

Prev1 of 2

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
INFOGRAFI IGbar
BERITA TERKAITbar
BERITA VIRALbar
BERITA UTAMAbar
BERITA PILIHANbar
BERITA POPULERbar