seputarpapua.com

PTFI Kolaborasi dengan Pemda dan Keuskupan Timika Kembangkan Perkebunan Kelapa

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
SELEKSI | Proses seleksi dilakukan untuk mendapatkan bibit unggul berkualitas baik (Foto: Ist/SP)
SELEKSI | Proses seleksi dilakukan untuk mendapatkan bibit unggul berkualitas baik (Foto: Ist/SP)

TIMIKA | PT Freeport Indonesia (PTFI) bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika dan Keuskupan Timika terus melaksanakan berbagai program pembangunan ekonomi, untuk mengembangkan dan memberdayakan masyarakat di wilayah pesisir Mimika Timur.

Salah satu program yang dijalankan bersama adalah pengembangan perkebunan kelapa masyarakat di sejumlah kampung di pesisir Mimika, yang juga diikuti dengan pengembangan kapasitas masyarakat untuk berkebun kelapa.

PTFI melalui Departemen Community Economic Development (CED) turut mendukung pemerintah daerah dengan menyediakan layanan pengangkutan bibit-bibit kelapa ke kampung-kampung yang dikembangkan dan dukungan material pembukaan lahan bagi petani. Serta layanan transportasi untuk kegiatan pemantauan dan evaluasi yang dilakukan secara berkala bersama dengan pemerintah daerah.

Selain itu, PTFI dan Pemkab Mimika melalui Dinas Tanaman Pangan Perkebunan dan Hortikultura juga melakukan pendampingan kepada kelompok tani untuk memastikan kesiapan lahan, sarana dan prasarana, serta kesiapan masyarakat untuk mengembangkan lahan kelapa.

“Kolaborasi yang kami lakukan bersama pemerintah daerah dan Keuskupan Timika ini merupakan bagian dari komitmen jangka panjang PTFI membantu pengembangkan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Mimika di sekitar area operasi perusahaan. Kami berharap, program ini akan mampu meningkatkan taraf hidup dan daya saing masyarakat Mimika secara bertahap,” ujar Manager Community Economic Development PTFI Yohanis Bewahan melalui keterangan tertulis kepada seputarpapua.com, Rabu (14/10).

Adapun program pengembangan perkebunan kelapa masyarakat sudah dilaksanakan sejak tahun 2015, dengan memperluas lahan kelapa unggul lokal di kampung-kampung yang ada di pesisir Mimika.

Pada tahap awal ini, penambahan luas lahan kelapa masyarakat sukses dilakukan di tiga kampung di Distrik Mimika Timur Jauh, hingga mencakup 36 hektar area tanam bagi penanaman setidaknya 3.687 pohon kelapa. Seluruh pohon kelapa ini dikembangkan dari bibit kelapa lokal bersertifikasi dari Kampung Atuka.

Budidaya kelapa, jadi program ekonomi strategis

Menurut Kepala Bappeda Mimika, Ir. Yohana Paliling, MSi, yang juga Mantan Kepala Dinas Tanaman Pangan Perkebunan dan Hortikultura Kabupaten Mimika, tanaman ini dapat menjadi investasi untuk masyarakat pantai, terutama dari suku Kamoro kedepannya, mengingat tanaman kelapa dapat berbuah sampai 25-30 tahun.

“Kita berkolaborasi kemudian ke lapangan, anggaran di dinas tidak selalu ada, PTFI membantu memfasilitasi,“ ujar Yohana.

Berita Terkait
Baca Juga