Raih 5 Medali Emas, Papua Juara Umum Cabang Terbang Layang PON XX

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
KALUNGKAN MEDALI | Wakil  Bupati Mimika, Johannes Rettob mengalungkan medali emas kepada Vladimir Mnusefer, Atlet Penerbang Papua di Hanggar Bandar Internasional Mozes Kilangin Sisi Setalan, Timika, Papua, Rabu (6/10/2021). (Foto: Yosefina/ Humas PPM Mimika)
KALUNGKAN MEDALI | Wakil  Bupati Mimika, Johannes Rettob mengalungkan medali emas kepada Vladimir Mnusefer, Atlet Penerbang Papua di Hanggar Bandar Internasional Mozes Kilangin Sisi Setalan, Timika, Papua, Rabu (6/10/2021). (Foto: Yosefina/ Humas PPM Mimika)

TIMIKA | Kontingen Provinsi Papua tampil sebagai juara umum cabang olahraga aerosport disiplin terbang layang pada PON XX Papua yang berlangsung di arena Lanud Yohanis Kapiyau, Timika.

Technical Delegate terbang layang Prasetyo Herminto kepada awak media di Timika, Rabu (6/10/2021) mengatakan, kontingen Papua menyabet lima medali emas, satu medali perak dan satu medali perunggu.

Sementara kontingen DKI Jakarta meraih dua medali emas, tiga medali perak dan tiga medali perunggu.

Kemudian Jawa Barat juga meraih dua medali emas, satu medali perak dan tiga medali perunggu.

Kontingen Jawa Timur meraih satu medali emas dan dua medali perak. Lalu, kontingen DI Yogyakarta meraih satu medali emas, satu medali perak dan satu medali perunggu.

Sedangkan kontingen Banten meraih satu medali emas, dan satu medali perak. Selanjutnya, kontingen Jawa Tengah meraih satu medali emas dan dua medali perunggu.

Prasetyo menyebut cabang terbang layang PON XX Papua diikuti tujuh kontingen, yaitu tuan rumah Papua, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta dan Jawa Timur.

Baca Juga:

Cabang olahrag terbang layang menggelar 12 nomor pertandingan.

Sementara medali yang diperebutkan, yaitu medali emas sebanyak 13 keping lantaran pada satu nomor pertandingan terdapat juara bersama untuk dua peserta dari kontingen berbeda, medali perak 12 keping dan medali perunggu 10 keping.

Upacara pengalungan medali dan penghormatan kepada para pemenang akan dilangsungkan pada Rabu malam di hanggar sisi selatan Bandara Mozes Kilangin, Timika mulai pukul 19.00 WIT oleh Wakil Bupati Mimika Johannes Rettob.

Banyak kendala

Dalam kesempatan itu, Prasetyo menyebut penyelenggaraan pertandingan terbang layang PON XX tidak bisa dilakukan secara maksimal karena terbentur sejumlah kendala, di antaranya padatnya arus lalu lintas penerbangan di Bandara Timika, kondisi cuaca yang tidak bersahabat karena Timika selalu diguyur hujan dan arena pertandingan yang tidak bisa digunakan sampai selesainya waktu pertandingan.

Dengan kondisi seperti itu, pihak penyelenggara pertandingan terbang layang menyiapkan beberapa skenario.

“Kami selalu menyiapkan beberapa perencanaan untuk mengantisipasi adanya kendala-kendala selama berlangsungnya pertandingan. Ketika plan A, yaitu dalam kondisi normal tidak bisa berjalan, maka kami gunakan plan B, yaitu dengan mengurangi ronde pertandingan yang seharusnya ada dua ronde, yaitu ronde satu dan ronde dua,” jelas Prasetyo.

Meski sudah dikurangi rondenya, namun itu masih dianggap tidak cukup.

Akhirnya, pelaksana pertandingan cabang terbang layang menggunakan plan C, yaitu atlet terbaik dari masing-masing kontingen langsung beradu keahlian dan strategi pada satu kali perlombaan.

Dengan kebijakan itu, menurut Prasetyo, maka semua nomor pertandingan bisa diselesaikan, meskipun tidak maksimal.

Ia mengatakan kebijakan itu telah melalui kesepakatan bersama seluruh kontingen dan dilaporkan secara resmi kepada Panwasra PON XX Papua.

“Saya sudah melaporkan kepada bidang pertandingan bahwa dengan kondisi yang terjadi selama ini, maka kami tidak bisa menggelar pertandingan cabang terbang layang secara maksimal. Semua bisa memahami kondisi yang ada itu,” ungkap Prasetyo.

Wabup Minta Maaf

Sementara itu, Wakil Bupati Mimika Johannes Rettob saat menutup cabang olahraga aerosport disiplin terbang layang menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh kontingen jika pelayanan selama iven berlangsung kurang memuaskan.
 
“Apabila bapak ibu sekalian selama berada di Mimika ada hal-hal yang kurang baik, mungkin rasanya tidak aman, mungkin sikap perilaku kami keluarga Mimika kurang begitu baik saya minta maaf.  Tapi saya yakin bahwa orang Mimika semua rama-rama,” kata John.

Dia menyebutkan, perlombaan terbang layang dalam PON XX tahun 2021 di Papua ini merupakan suatu rekor baru.
 
Belum pernah ada pelaksanaan terbang layang di manapun yang membuat satu kesepakatan lokal tentang pengaturan ruang udara, itu hanya ada di Mimika.
 
“Dan ini hanya terjadi di sini bahkan mungkin di dunia belum pernah buat seperti ini tapi terima kasih buat TD, terima kasih buat AirNav, Avco dan UPBU yang terus berusaha bersama-sama membuat perlombaan ini bisa terlaksana,” ujar John.
 
Menurutnya dalam perlombaan terbang layang dimanapun tidak pernah terganggu dengan penerbangan komersil, tapi khusus di Mimika dilakukan simultan bersama dengan penerbangan-penerbangan komersil.
 
 “Ini tidak gampang, bagaimana kita lakukan penerbangan pada saat pesawat mau turun gugup lagi. Saya lihat waktu awal-awal perlombaam begitu pesawat mau turun terpaksa pesawat layang ditarik ke hutan-hutan di pinggir-pinggir situ karena gugup, ternyata sampai hari ini semua selamat semua aman tanpa satupun accident yang terjadi di dalam penerbangan,” sebutnya.
 
Pada kesempatan itu John mengucapkan terima kasih untuk semua kontingen dan semua pihak yang terlibat menyukseskan Cabor terbang layang pada PON XX Papua ini.
 
Ia berpesan untuk semua atlet yang sudah datang di Mimika untuk tetap junjung sportivitas.
 
Untuk atlet-atlet yang meraih medali emas, John mengucapkam selamat atas keberhasilannya secara khusus untuk tuan rumah ia mengaku sangat bangga karena menjadi juara umum.
 
“Saya bilang sama mereka (tim Papua-red) harus delapan emas tapi mereka bilang waduh berarti yang lain tidak dapat dong, tapi Puji tuh kita bisa dapat juara umum untuk Papua sebagai tuan rumah,” ucap John.
 
Mewakili Bupati Mimika dan jajarannya, John mengucapkan selamat jalan untuk semua kontingen.
 
Ia berharap rasa kebersamaan, kekeluargaan diraih selama PON tetap dijaga.
 
“Kita ketemu lagi pada PON dua puluh satu tahun 2021 di Aceh Sumatera Utara,” kata John.
 
Pada upacara penutupan perlombaan terbang layang yang dimeriahkan dengan tarian-tarian Papua itu dilakukan pengalungan medali kepada atlet-atlet.
 
Turut hadir pada kesempatan itu unsur Forkopimda Kabupaten Mimika, perwakilan dari KONI Provinsi Papua, semua pihak yang terlibat dalam menyukseskan lomba Cabor terbang layang dan tamu undangan lainnya. (Antara/ Humas PPM Mimika/ Yosefina)

Editor: Aditra
Berita Terkait
Video Seputar Papua TV Terbaru
1/10 videos
530 Personil TNI Polri Berkeliling Kota Timika di Malam 1 Desember
530 Personil TNI Polri Berkeliling Kota Timika di Malam 1 Desember
TNI Polri Gelar Apel Siaga Nataru, Wakapolres Mimika: Masyarakat Harus Terus Aman
TNI Polri Gelar Apel Siaga Nataru, Wakapolres Mimika: Masyarakat Harus Terus Aman
Seorang Penambang Tradisional di Timika Tewas Disambar Petir
Seorang Penambang Tradisional di Timika Tewas Disambar Petir
Mesin Penyemprot Aspal Terbakar di Poros SP 5 Timika Jadi Tontonan Warga
Mesin Penyemprot Aspal Terbakar di Poros SP 5 Timika Jadi Tontonan Warga
OTK Teror Bom Molotov ke Halaman Rumah Warga di Timika Indah
OTK Teror Bom Molotov ke Halaman Rumah Warga di Timika Indah
Jokowi Nonton Langsung Pertandingan Bulutangksi di Peparnas XVI
Jokowi Nonton Langsung Pertandingan Bulutangksi di Peparnas XVI
Sabet Medali Emas, Ratri Sedih Kalahkan Sadiyah di Peparnas Papua
Sabet Medali Emas, Ratri Sedih Kalahkan Sadiyah di Peparnas Papua
Mantan Atlet Persipura Jadi Pemanah Andalan Papua
Mantan Atlet Persipura Jadi Pemanah Andalan Papua
Sabet Dua Emas Peparnas Papua, Petrus Punya Harapan Buat Bupati Merauke
Sabet Dua Emas Peparnas Papua, Petrus Punya Harapan Buat Bupati Merauke
Kalahkan Papua, Atlet DKI Sabet Emas Panahan Recurve Elite Putra
Kalahkan Papua, Atlet DKI Sabet Emas Panahan Recurve Elite Putra
Baca Juga