Rampung di 2023, Smelter Gresik akan Menjadi ‘Single-Line Smelter” Terbesar di Dunia

PEMBANGUNAN | Foto Pembangunan Smelter Gresik yang diambil melalui drone. (Foto: Corpcom-FI/Seputarpapua)
PEMBANGUNAN | Foto Pembangunan Smelter Gresik yang diambil melalui drone. (Foto: Corpcom-FI/Seputarpapua)

TIMIKA | PT Freeport Indonesia terus melakukan upaya pengembangan dalam dunia pertambangan di Indonesia. Salah satu upayanya adalah pembangunan Smelter Gresik, di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, yang direncanakan akan selesai pada tahun 2023 nanti.

Smelter Gresik yang dibangun oleh PT Freeport Indonesia sendiri merupakan fasilitas pemurnian tembaga untuk menghasilkan katoda tembaga dan fasilitas pemurnian logam berharga yang menghasilkan emas, perak, dan berbagai logam berharga lainnya.

Pembangunan Smelter Gresik dirancang khusus dan akan menjadi ‘Single-Line Smelter’ (pabrik peleburan jalur tunggal) terbesar di dunia.

“Kedepan smelter PTFI di JIIPE Gresik ini akan menjadi ‘single-line smelter’ terbesar di dunia yang memiliki kapasitas produksi tembaga mencapai 1,7 juta ton/tahun. Serta Precious Metal Refinery (PMR) juga akan dibangun untuk mengolah emas dan perak dengan kapasitas 6.000 ton / tahun,” kata Vice President Corporate Communications (Corpcom) PT Freeport Indonesia, Riza Pratama melalui pesan singkatnya, Kamis (2/5/2022).

Riza mengatakan, menyangkut biaya atau anggaran yang dibutuhkan untuk pembangunan smelter di Gresik sendiri, nilai investasinya mencapai 3 miliar US$. Dan dari jumlah tersebut, sampai saat ini total serapan biaya hingga akhir April 2022 telah mencapai 920 juta US$.

Dimana saat ini perkembangan pembangunan smelter PTFI di kawasan JIIPE Gresik sampai akhir April 2022 telah mencapai kemajuan fisik 30%. Sementara sampai akhir 2022 nanti target kemajuan fisik mencapai sebesar 50%. Dan ditargetkan pula tahapan konstruksi smelter ini akan selesai diakhir tahun 2023.

“Total pekerja yang terlibat dalam tahapan konstruksi hingga saat ini, adalah sekitar 1.800 orang (98% adalah tenaga kerja Indonesia),” kata Riza.

Lebih jauh Riza menjelaskan, kemajuan yang telah dicapai mencakup penyelesaian tahap Front-End Engineering Design (FEED) dan pematangan lahan. Amandemen UKL/UPL telah disetujui, dan rekomendasi serta izin lingkungan dari DLH Jatim telah didapatkan.

Kemudian, kontrak EPC antara PTFI dan Chiyoda telah ditandatangani pada tanggal 15 Juli 2021. Pekerjaan Detail Engineering Design dan pengadaan Long Lead Items telah mulai dilakukan. Dan lebih dari 7.500 tiang pancang telah tertanam hingga saat ini.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah meresmikan groundbreaking pembangunan smelter PT Freeport Indonesia di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), Gresik pada tanggal 17 Oktober 2021 lalu.

“Ini merupakan komitmen PTFI untuk menyelesaikan pekerjaan konstruksi smelter di akhir tahun 2023. Dengan desain kapasitas produksi mencapai 1,7 juta ton konsentrat per tahun, smelter ini akan menjadi “designed single-line smelter” terbesar di dunia,” ujarnya.

Ia menambahkan, tentunya dengan pembangunan Smelter Gresik ini, perusahaan tidak melepaskan diri dalam pemberdayaan masyarakat melalui program ‘community social responsibility’ (CSR).

Namun, sebelum program CSR diterapkan, saat ini social baseline study sedang dilakukan oleh pihak ketiga yang ditunjuk perusahaan.

“Sasaran program adalah mencakup desa-desa yang terdampak, meliputi 5 desa di Kecamatan Manyar dan 4 desa di Kecamatan Bungah,” ungkapnya.

reporter : Mujiono
editor : Aditra

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.