Rangka Baja Gedung Disperindag di Kampung Cenderawasih Dicuri Orang Profesional

AMANKAN | Petugas Polsek Mimika Timur saat mendatangi TKP dan mengamankan sejumlah barang bukti yang digunakan para pelaku membongkar gedung milik Disperindag Mimika, Papua. (Foto: Ist)
AMANKAN | Petugas Polsek Mimika Timur saat mendatangi TKP dan mengamankan sejumlah barang bukti yang digunakan para pelaku membongkar gedung milik Disperindag Mimika, Papua. (Foto: Ist)

TIMIKA | Rangka besi yang terbuat dari baja di gedung milik Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Mimika, Papua, dicuri oleh orang profesional.

Pencurian rangka berikut pintu hingga kusen yang terbuat dari besi baja tersebut baru terungkap pada Senin malam, 25 Oktober 2021.

Ketika itu Riki Balubun yang dipercaya menjaga atau mengecek gedung tersebut mendapat informasi adanya aktivitas di malam hari di dalam gedung.

Kapolsek Mimika Timur, Iptu Boby Pratama yang ditemui di Polsek Mimika Timur, Selasa (26/10/2021) menjelaskan gedung tersebut terletak di paling ujung Kampung Cenderawasih, Distrik Mimika Timur.

Gedung tersebut berdiri sendirian dan tidak terdapat pemukiman warga disekitarnya, berikut juga tidak dilengkapi sistem keamanan untuk memantau aktivitas didalam maupun diluar gedung itu. Hanya saja ada orang yang dipercaya Disperindag yang secara rutin melakukan pengecekan gedung.

“Tadi malam laporan, kebetulan dia (orang yang mengecek) datang mengecek informasi seperti ada kegiatan didalam. Karena kalau dilihat dari luar tidak kelihatan, tempat itukan tertutup sama tingginya bangunan itu,” jelas Iptu Boby.

Setelah petugas Polsek Mimika Timur mendatangi gedung usai mendapat informasi, ditemukan ada enam orang. Kemudian melihat kondisi gedung sudah tidak beratap (bobol). Bahkan rangka-rangka didalam gedung berikut pintu-pintu yang juga terbuat dari besi baja, seluruhnya sudah dilepas atau dicuri.

“Kita masuk ke dalam baru lihat sudah menghadap ke langit (atap sudah bobol), besinya semua itu sudah tidak ada, rangka semua sudah tidak ada, seng (atap) semua tidak ada, pintunya semua yang terbuat dari besi juga sudah tidak ada,” ungkap Iptu Boby.

Petugas kemudian melakukan pendalaman dan kebetulan ada kapal yang memuat daun seng. Namun ketika di interogasi, ternyata daun seng yang dimuat kapal tersebut merupakan daun seng yang masih baru, bukan bekas.

Interogasi lanjutan dilakukan terhadap orang-orang yang ditemukan di tempat kejadian perkara (TKP). Awalnya mereka tidak mengaku karena pada saat itu belum melakukan aktivitas pembongkaran, mereka sedang menunggu makanan.

Belakangan barulah mengaku bahwa mereka telah melakukan pembongkaran rangka-rangka bangunan tersebut, dan itu dilakukan sudah empat kali di waktu yang berbeda. Yangmana rangka hingga pintu yang berhasil dibongkar kemudian di bawa ke kota Timika untuk dijual.

“Kita sudah kantongi siapa yang membeli rangka-rangka besinya. Kalau seng mereka tidak tahu, karena mereka datang kesitu sudah tidak ada. Jadi yang mereka curi ini besi bajanya itu, rangka baja,” katanya.

“Jadi sudah kami kantongi posisi siapa pembelinya, mereka bawa kemana kami sudah tahu. Mungkin hari ini kita ke tempatnya dulu mengecek, yang oknum penadah ini,” lanjutnya.

Gedung tersebut, kata Kapolsek, hanya berupa gudang kosong yang tidak terdapat barang-barang milik Disperindag yang disimpan. Bahkan koordinasi sudah dilakukan pihak Polsek dengan pihak Disperindag terkait kejadian ini.

Kapolsek mengungkap, saat ini sudah ada empat orang yang ditetapkan sebagai tersangka atau pelaku utama, masing-masing berinisial BT, AY, FT dan OR.

Sementara dua orang lainnya yang merupakan pasangan suami-istri berinisial FT dan MFT dan juga merupakan ayah dan ibu dari pelaku BT dan AY, masih berstatus sebagai saksi. Hal itu karena pengakuan keduanya bahwa saat itu hanya mengantar makanan untuk kedua anaknya BT dan AY.

“Jadi ada dua anaknya disitu, dua lagi dari masyarakat asli disitu,” kata Boby.

Dari pengakuan pelaku, aktivitas bongkar membongkar besi-besian baja sudah beberapa kali dilakukan sebelumnya. Seperti misalnya membongkar besi-besi atau rangka alat berat untuk kemudian dijual ke pengepul.

“Namun itu diizinkan pemiliknya, menurut mereka ya. Kami juga sudah tahu siapa pemiliknya, cuma kami belum konfirmasi dengan pemiliknya. Itupun pengakuan mereka tahun lalu bongkar alat berat itu,” ungkap Kapolsek.

Kapolsek juga mengatakan akan mendalami terkait kepemilikan alat-alat atau barang bukti yang digunakan para pelaku untuk membongkar gedung. Seperti misalnya tabung dan kabel pemotong besi, kunci-kunci, 1 set takel, tangga lipat, tabung gas ukuran 5,5 kg, hingga tabung gas asitelin oxygen satu set.

“Pengakuannya (alat-alat itu) milik tetangganya, pinjam. Kebetulan katanya tetangganya tukang bengkel, jadi pinjam ke tukang bengkel itu sendiri. Itu juga masih kita dalami apakah baru dipakai atau sudah lama, masih kita cari tahu dulu,” kata Boby.

Kini, keempat pelaku utama berikut dua saksi ditahan di Mapolsek Mimika Timur guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut oleh Unit Reskrim Polsek Mimika Timur terkait kejadian pembobolan gedung Disperindag Mimika.

reporter : Saldi
editor : Aditra

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.