Rayakan Hari Noken Sedunia di Oksibil, Pemerhati Budaya Harap Ada Perda

Ketua Sanggar Seni Budaya Reymay Jayapura, Marshall Suebu berfoto bersama mama-mama di Oksibil dalam peringatan hari Noken Sedunia, Minggu (4/12/2022). (Foto: Kristin Rejang/Seputarpapua)
Ketua Sanggar Seni Budaya Reymay Jayapura, Marshall Suebu berfoto bersama mama-mama di Oksibil dalam peringatan hari Noken Sedunia, Minggu (4/12/2022). (Foto: Kristin Rejang/Seputarpapua)

TIMIKA | Hari Noken Sedunia dirayakan setiap tanggal 4 Desember. Tahun ini merupakan momen hari Noken sedunia ke 10 tahun. Komunitas Noken Papua (Konopa) dari Sanggar Seni Budaya Reymay Jayapura ikut terlibat dalam mengangkat Noken khas daerah Pegunungan Bintang di Oksibil, Papua.

Di Oksibil, peringatan hari noken sedunia ini baru dilaksanakan pertama kali. Kegiatan diselenggarakan oleh Ikatan Perempuan Okmin atau Ikatan Perempuan Pegunungan Bintang dibantu dukungan dari Konopa.

Kegiatan yang melibatkan beberapa suku besar di Wilayah, Kabupaten Pegunungan Bintang yakni suku di Oksibil yakni Suku Ngalum, Ketemban atau Kupel dan Murop ini mengangkat tema “noken sebagai sumber kehidupan” dan sub tema “melalui hari noken se-dunia ini mari kita mengangkat dan melestarikan noken sebagai sumber kehidupan manusia Pegunungan Bintang”.

Kegiatan ini diwarnai dengan seminar, pawai dan pameran Noken yang diselenggarakan dari tanggal 3-4 Desember 2022 di Jalan Okbol, Oksibil.

“Kami Konopa Memfasilitas dan mendukung kegiatan ini, supaya ada warna Noken yang bisa di kenal luas di Papua, Nasional bahkan Internasional,” kata Marshall Suebu yang merupakan ketua sanggar Seni Budaya Reymay Jayapura kepada Seputarpapua.com, Minggu (4/12/2022).

Menurutnya, meskipun di Pegunungan Bintang baru pertama kali merayakan, namun hal ini merupakan awal yang baik bagi kaum wanita yang telah mengambil inisiatif untuk mengajak semua pihak termasuk Pemerintah Daerah agar berkomitmen dalam upaya bersama dalam perlindungan dan pelestarian noken sebagai warisan dunia.

Sebagai pemerhati budaya, Marshall menyampaikan beberapa poin harapan bagi pelestarian noken di Papua, nasional hingga internasional.

“Sebagai pemerhati budaya saya berharap agar segera buat regulasi pemerintah pusat tentang hari noken dan kebijakan nasional untuk noken warisan dunia, juga perlu asa perda tingkat daerah baik Provinsi maupun Kabupaten tentang noken warisan dunia,” ungkapnya.

Ia juga berharap pemerintah juga perlu menjalankan, dan evaluasi program dari Noken warisan dunia, mulai sari hulu hingga hilir.

“Adanya perlindungan, pelestarian, pewarisan nilai dan skil pemahaman juga kemampuan merajut noken. Terakhir, Saya sampaiakn selamat memperingati hari noken ke 10,” ujarnya.

Dalam momen hari Noken ini, Konopa juga akan menggelar kegiatan peringatan hari noken internasional bersama dengan beberapa elemen dan lembaga.

“Nanti akan diselenggarakan pada minggu ke dua bulan Desember ini tempatnya di hutan Kotanopi atau Hutan Koleksi Tanaman Noken Papua di Sentani Jayapura,” pungkasnya.

Tanggapi Berita ini
reporter : Kristin Rejang

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.