Rayakan HUT MIND ID ke 5, Freeport Lakukan Baksos di Dua Panti Asuhan

VP Community Development PTFI, Nathan Kum saat menyerahkan bantuan kepada pihak Panti Asuhan Santa Susana. (Foto: Kristin Rejang/Seputarpapua)
VP Community Development PTFI, Nathan Kum saat menyerahkan bantuan kepada pihak Panti Asuhan Santa Susana. (Foto: Kristin Rejang/Seputarpapua)

TIMIKA | Rayakan Hari Ulang Tahun (HUT) yang ke lima tahun Mining Industry Indonesia (MIND ID), PT.Freeport Indonesia melakukan kegiatan bakti sosial ke dua panti asuhan yaitu Panti Asuhan Laskar Pelangi dan Panti Asuhan Santa Susana, Kamis (10/11/2022).

Tema yang diambil dalam HUT MIND ID tahun ini adalah 5 Years Of Solidarity.

VP Community Development PTFI, Nathan Kum mengatakan pihaknya sangat bersyukur karena bisa melakukan kunjungan ke dua panti asuhan yang ada di Mimika.

Ia juga berharap agar anak-anak yang di didik di dua panti ini bisa berkembang, belajar dan menjadi anak-anak yang bisa memberikan kebanggaan bagi Kabupaten Mimika dan negara.

Selain itu, ia juga memberikan apresiasi kepada pihak pendiri dan pengurus yayasan yang telah menampung anak-anak Mimika, khususnya yang ada di Panti Asuhan Santa Susana dimana disana 95 persen adalah anak asli Papua.

“Semoga apa yang kami berikan hari ini bisa berguna dan bisa dijaga dengan baik,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu pula, pihak Yayasan Santa Susana mengatakan kebutuhan mereka saat ini adalah air bersih. Menjawab keluhan tersebut, Nathan mengatakan Freeport akan mencoba untuk membantu.

“Mengenai air bersih kami tidak janji tapi nanti kami akan mencoba, kedepan juga akan ada air PDAM semoga bisa juga tersalurkan,” kata Nathan.

Pendiri Panti Asuhan Santa Susana, Magdalena Ema Nunang menerangkan di Panti Asuhan yang merupakan Yayasan Peduli Kasih Mimika yang berdiri sejak 24 Februari 2018 dan diresmikan oleh Pemkab Mimika pada 9 Desember 2022.

“Jumlah anak yang masuk di panti ini sejak 2017 berjumlah 82 anak, yang ada saat ini 44 orang 23 laki-laki dan 21 perempuan, berusia 9 bulan hingga 11 tahun” katanya.

Ada 37 anak yang sudah bersekolah sementara sisanya masih belum bersekolah.

Dari total anak yang ada di Panti Asuhan, 37 anak adalah anak asli Papua.

“Saya ucapkan terimakasih untuk perhatian dari Freeport yang sudah hampir satu minggu mempersiapkan segala sesuatu. Selamat untuk MIND ID, kepada pimpinan dan seluruh jajaran semoga pekerjaan tugas dan pelayanana tanggung jawab semua pihak boleh menjadi berkat untuk semua orang,” katanya.

Ketua Panitia Kegiatan HUT MIND ID yang Ke-5, Tasya Worabai menjelaskan kegiatan Baksos tersebut merujuk pada surat dari MIND ID agar membuat kegiatan bakti sosial di panti asuhan.

“Kami lakukan survey akhirnya sepakat untuk ke Panti Asuhan Laskar Pelangi yang merupakan Panti Muslim, dan Santa Susana yang merupakan Panti Asuhan Katolik,” jelasnya.

Ia menjelaskan bantuan yang diberikan untuk Laskar Pelangi sesuai kebutuhan mereka adalah bahan mentah seperti ayam, daging sapi, telur, beras dan lainnya.

Sementara bantuan untuk Santa Susana sesuai kebutuhan adalah peralatan tidur, makan, mandi, peralatan sekolah dan lainnya.

“Kegiatan ini sudah dari hari Senin kami lakukan penyemprotan malaria dan pemeriksaan malaria, kemudian hari ini juga kami sisipkan dengan memberikan informasi malaria dan cara mencuci tangan dengan baik serta pola hidup sehat,” pungkasnya.

Tanggapi Berita ini
reporter : Kristin Rejang
editor : Felix

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.