Reskrim Polres Asmat Ungkap Kasus Persetubuhan Anak di Bawah Umur

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
PRESS RELEASE - Kasat Reskrim Polres Asmat Iptu Elvis Lambettus Palpialy menggelar press release kasus persetubuhan anak di bawah umur. Press release dilakukan di Aula Wirapratama Mapolres Asmat, Kamis (18/11/2021)
PRESS RELEASE | Kasat Reskrim Polres Asmat Iptu Elvis Lambettus Palpialy menggelar press release kasus persetubuhan anak di bawah umur. Press release dilakukan di Aula Wirapratama Mapolres Asmat, Kamis (18/11/2021).

ASMAT | Satuan Reskrim Polres Asmat, Papua, berhasil mengungkap kasus persetubuhan anak di bawah umur.

Kasus ini terjadi sejak Juni 2021. Korbannya berusia 16 tahun. Sedangkan pelaku tetangganya berinisial AK 39 tahun.

Kasus ini mulai terungkap ketika korban mengalami sakit perut pada 28 September 2021. Korban kemudian dibawah keluarganya ke RSUD Agats.

Berdasarkan hasil pemeriksaan dokter, korban mengalami keguguran. Meski korban tidak mengetahui akan kehamilannya.

Kasat Reskrim Polres Asmat Iptu Elvis Lambertus Palpialy mengatakan, pihak keluarga melaporkan kasus ini ke polisi pada 4 Oktober 2021.

Penyidik Reskrim kemudian melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap AK pada 6 Oktober 2021.

“Tanggal 6 Oktober dilakukan penangkapan dan tanggal 7 Oktober dilakukan penahanan,” kata Iptu Elvis saat menggelar press release di Aula Wirapratama Mapolres Asmat, Kamis (18/11/2021).

Berdasarkan hasil pemeriksaan, AK mengakui telah melakukan persetubuhan kepada korban sebanyak 3 kali.

“Setelah diperiksa pelaku berusia 39 tahun berinisial AK mengakui lakukan pemerkosaan sebanyak 3 kali kepada korban,” ujar Iptu Elvis.

Iptu Elvis menyatakan bahwa kasus ini telah dinyatakan P21 oleh pihak Kejaksaan, sehingga akan dilakukan tahap II, yaitu penyerahan tersangka dan barang bukti.

“Senin tanggal 22 November 2021 mendatang akan kami serahkan tersangka pada Kejaksaan Negeri Merauke untuk ditindaklanjuti sesuai hukum yang berlaku,” tutur Iptu Elvis.

Tersangka kini dijerat dengan Pasal 81 Ayat (2) Undang – Undang RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang – Undang Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Atas Undang – Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak Menjadi Undang – Undang Jo Pasal 64 Ayat (1) KUHP, dengan pidana penjara paling singkat 5 Tahun Penjara dan paling lama 15 Tahun penjara dengan denda Rp5.000.000.000.

“Kita berharap kasus seperti ini tidak terjadi lagi di lingkungan masyarakat di Kabupaten Asmat,” pungkas Iptu Elvis.

Reporter: Faqi Difinubun
Editor: Aditra
Berita Terkait
Video Seputar Papua TV Terbaru
1/10 videos
530 Personil TNI Polri Berkeliling Kota Timika di Malam 1 Desember
530 Personil TNI Polri Berkeliling Kota Timika di Malam 1 Desember
TNI Polri Gelar Apel Siaga Nataru, Wakapolres Mimika: Masyarakat Harus Terus Aman
TNI Polri Gelar Apel Siaga Nataru, Wakapolres Mimika: Masyarakat Harus Terus Aman
Seorang Penambang Tradisional di Timika Tewas Disambar Petir
Seorang Penambang Tradisional di Timika Tewas Disambar Petir
Mesin Penyemprot Aspal Terbakar di Poros SP 5 Timika Jadi Tontonan Warga
Mesin Penyemprot Aspal Terbakar di Poros SP 5 Timika Jadi Tontonan Warga
OTK Teror Bom Molotov ke Halaman Rumah Warga di Timika Indah
OTK Teror Bom Molotov ke Halaman Rumah Warga di Timika Indah
Jokowi Nonton Langsung Pertandingan Bulutangksi di Peparnas XVI
Jokowi Nonton Langsung Pertandingan Bulutangksi di Peparnas XVI
Sabet Medali Emas, Ratri Sedih Kalahkan Sadiyah di Peparnas Papua
Sabet Medali Emas, Ratri Sedih Kalahkan Sadiyah di Peparnas Papua
Mantan Atlet Persipura Jadi Pemanah Andalan Papua
Mantan Atlet Persipura Jadi Pemanah Andalan Papua
Sabet Dua Emas Peparnas Papua, Petrus Punya Harapan Buat Bupati Merauke
Sabet Dua Emas Peparnas Papua, Petrus Punya Harapan Buat Bupati Merauke
Kalahkan Papua, Atlet DKI Sabet Emas Panahan Recurve Elite Putra
Kalahkan Papua, Atlet DKI Sabet Emas Panahan Recurve Elite Putra
Baca Juga