Reynold Ubra: 18 Tenaga Medis di Mimika Berstatus PDP dan OTG Covid-19

Juru Bicara Covid-19 Kabupaten Mimika, Reynold Ubra. (Foto: Sevianto/SP)
Juru Bicara Covid-19 Kabupaten Mimika, Reynold Ubra. (Foto: Sevianto/SP)

TIMIKA | Juru Bicara Pemkab Mimika untuk COVID-19 Reynold Ubra mengatakan, sampai saat ini ada 18 tenaga medis yang bertugas di beberapa klinik swasta dinyatakan berstatus Pasien Dengan Pengawasan (PDP) dan Orang Tanpa Hejala (OTG) Covid-19.

“Memang ada tenaga kesehatan di beberapa klinik swasta dinyatakan PDP dan OTG dan masuk dalam pemantauan, karena ada yang menunjukkan gejala, tapi ada juga yang tidak,” kata Reynold melalui video conference bersama awak media, Sabtu (4/4).

Reynold mengakui, tenaga medis merupakan kelompok beresiko apabila pengendalian infeksi tidak dilakukan.

“Sebagai tenaga medis, harus menganggap semua yang datang ke fasilitas kesehatan adalah orang yang terinfeksi. Sehingga perlu dilakukan tindakan sesuai prosedur yang ada. Karena, apabila kontak pasien dan perkembangan beresiko atau positif, maka kami harus katakan bahwa PDP dan harus diisiolasi,” katanya.

Para tenaga medis yang dinyatakan PDP dan OTG adalah, mereka yang sebelumnya melakukan kontak dengan pasien 03 yang sudah meninggal di RS Freeport di Tembagapura, Jumat (¾) malam saat melakukan pemeriksaan kesehatan awal di klinik-klinik tersebut.

Diantara 18 tenaga medis tersebut kata Rey, ada yang menjalani isolasi mandiri dan ada yang dirawat di shelter.

Adapun Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Mimika, Papua, hingga Sabtu (3/4) malam, mencatat pasien terkonfirmasi positif COVID-19 di wilayah itu berjumlah 3 orang.

Reporter: Mujiono
Editor: Misba

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
INFOGRAFI IGbar
BERITA TERKAITbar
BERITA VIRALbar
BERITA UTAMAbar
BERITA PILIHANbar
BERITA POPULERbar