Reynold Ubra: Keluarga Pasien COVID-19 yang Meninggal Patut Jadi Contoh

Juru Bicara Covid-19 Kabupaten Mimika, Reynold Ubra. (Foto: Sevianto/SP)
Juru Bicara Covid-19 Kabupaten Mimika, Reynold Ubra

TIMIKA | Jenazah pasien COVID-19 bernomor 03 di Mimika, Papua, telah dimakamkan sesuai prosedur protokol penanganan jenazah pasien penyakit menular, Sabtu (4/4).

“Tadi tepat jam 12.00 pasien 03 telah dimakamkan di Kuala Kencana, tempat pemakaman khusus untuk karyawan PT. Freeport Indonesia dan keluarganya,” kata Juru Bicara COVID-19 Mimika, Reynol Ubra.

Pemkab Mimika melalui Tim Gugus Tugas COVID-19 menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh keluarga almarhum, yang secara kooperatif menyerahkan proses penanganan jenazah dimakamkan sesuai protokol.

“Tadi kami memastikan keluarga tidak menyentuh sedikit pun peti jenazah, yang memang dikemas sesuai protokol COVID-19,” kata Reynold.

Ia juga mengatakan, sikap koooeratif yang ditunjukkan keluarga pasien 03 patut menjadi contoh bagi seluruh warga di Kabupaten Mimika.

“Bagaimana keluarga secara bertanggung jawab mengikuti apa yang disampaikan oleh pemerintah daerah. Mereka memberikan kepercayaan penuh kepada tim gugus tugas untuk melaksanakan pemakaman,” katanya.

Selain itu, kata Reynold, seluruh anggota keluarga almarhum bahkan secara sadar meminta agar tim gugus tugas senantiasa memantau kondisi kesehatan mereka.

“Ini contoh terbaik yang harus kita tiru untuk masyarakat di Mimika dan umumnya untuk Indonesia,” kata dia.

Pemakaman pasien terkonfirmasi positif COVID-19 yang merupakan karyawan PT. Freeport Indonesia itu, dihadiri tim gugus tugas dari Dinas Sosial, petugas Klinik Kuala Kencana, dan keluarga yang memantau dari jauh.

“Setelah pemakamanan, seluruh keluarga termasuk kami disemprot disinfektan. Proses pemakamanan berjalan sangat lancar,” kata Reynold.

Menurut Reynold, sesuai protokol mestinya almarhum yang meninggal dunia di rumah sakit Freeport Tembagapura, telah dibawa ke Timika pada Jumat (3/4) malam untuk langsung dimakamkan.

“Karena sesuai dengan protokol dan ketentuan dari pemerintah daerah kabupaten Mimika, kurang dari 4 jam mestinya jenazah pasien COVID-19 sudah harus dimakamkan,” katanya.

Namun demikian, atas pertimbangan keamanan maka jenazah baru dibawa pada pukul 04.00 WIT menuju Timika, kemudian transit dengan posisi jenazah tetap dalam ambulance di RSMM.

“Pihak rumah sakit awalnya merencanakan pemakaman di Tembagapura. Tetapi karena keluarga dari almarhum ada di Timika, akhirnya disepakati untuk diturunkan,” jelasnya.

Adapun pasien 03 mulai menjalani perawatan pada 28 Maret. Ia diduga terpapar COVID-19 ketika menghadiri pemakaman seorang warga Mimika pada 16 Maret.

 

Reporter: Sevianto
Editor: Misba Latuapo

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
INFOGRAFI IGbar
BERITA TERKAITbar
BERITA VIRALbar
BERITA UTAMAbar
BERITA PILIHANbar
BERITA POPULERbar