Rumah Warga Pengungsi Beberapa Kampung di Tembagapura Masih Layak

MEMBANTU EVAKUASI WARGA | Seorang mama Papua dengan bahagia menatap Brigadir Polisi Danang yang membantunya dalam evakuasi warga pada 8 Maret 2020. Sekitar 2.000an warga sipil sempat dievakuasi dari Tembagapura ke Timika akibat gejolak keamanan yang dipicu teror penembakan KKB di wilayah itu. (FOTO: SEVIANTO PAKIDING / SEPUTARPAPUA)
MEMBANTU EVAKUASI WARGA | Seorang mama Papua dengan bahagia menatap Brigadir Polisi Danang yang membantunya dalam evakuasi warga pada 8 Maret 2020. Sekitar 2.000an warga sipil sempat dievakuasi dari Tembagapura ke Timika akibat gejolak keamanan yang dipicu teror penembakan KKB di wilayah itu. (FOTO: SEVIANTO PAKIDING / SEPUTARPAPUA)

TIMIKA | Kapolsek Tembagapura, Ipda Eduard Edison menyebut, kondisi tempat tinggal atau rumah warga beberapa kampung di Tembagapura, Mimika, Papua, menurut dia masih layak untuk ditempati.

Hal itu dipastikan setelah pihak Polsek Tembagapura melakukan pengecekan ke beberapa kampung menjelang kepulangan warga Tembagapura yang mengungsi sementara di Timika, akibat terjadinya konflik bersenjata diwilayah itu antara TNI-Polri dengan kelompok kriminal bersenjata (KKB), pada Maret 2020 lalu.

“Masih layak, tinggal dibersihkan saja mereka bisa tinggal,” kata Ipda Eduard saat ditemui awak media di Posko Pengungsi, Jalan C. Heatubun, Timika, Senin (18/1/2021).

Selain itu, Kapolsek juga memastikan untuk saat ini kondisi keamanan di wilayah hukumnya masih kondusif aman.

Namun, ia juga belum bisa menjamin untuk kondisi keamanan kedepannya, sebab wilayah itu tidak bisa diprediksi.

“Mudah-mudahan ke depan tetap aman, tidak ada halangan. Kalau memang itu ada, itu sudah biasa, itu alam punya mau seperti begitu. Situasi keamanan itu tidak menentu,” katanya.

IKLAN-TENGAH-berita

Kata dia, di wilayah Banti hingga Opitawak terdapat Pos Satgas Pamrahwan yang sementara ini di back up oleh Brimob dari Kepulauan Riau (Kepri) dengan TNI dari Yonif 756/WMS Wamena.

Sebenarnya terdapat empat pos disekitar wilayah itu, namun karena di Opitawak sedang tidak ada warga, akhirnya personel Satgas ditarik ke Banti.

Saat ini yang ada hanya Pos Banti 1, Banti 2 dan Tagabra.

“Opitawak sebenarnya diisi, cuma karena tidak ada orang (warga) makanya ditarik ke bawah (Banti). Tapi itu tetap dipantau di atas, karena jarak pos Banti dengan Opitawak dekat,” terangnya.

 

Reporter: Saldi
Editor: Aditra

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
INFOGRAFI IGbar
BERITA TERKAITbar
BERITA VIRALbar
BERITA UTAMAbar
BERITA PILIHANbar
BERITA POPULERbar