seputarpapua.com

Rusuh Pomako Berawal dari Soter Tendang Mobil Hingga Mendapat Pukulan 17 Kali

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
RUSUH | Kerusuhan antar kelompok warga yang terjadi pada Minggu malam (7/3/2021) di wilayah Poumako, Distrik Mimika Timur sebabkan warga melakukan blokade jalan. (Foto: Saldi/Seputarpapua)
RUSUH | Kerusuhan antar kelompok warga yang terjadi pada Minggu malam (7/3/2021) di wilayah Poumako, Distrik Mimika Timur sebabkan warga melakukan blokade jalan. (Foto: Saldi/Seputarpapua)

TIMIKA | Soter, seorang warga Pomako, Distrik Mimika Timur, Mimika, Papua yang menjadi korban pengeroyokan hingga menyebabkan rusuh pada Minggu(7/3/2021) tak terhindarkan.

Soter diduga dianiaya oleh lima orang warga berinisial Ar alias Ansar, Ih alias Irwansah, Ei alias Edi, As alias Anas, dan Dr alias Darul.

Sebetulnya, dari peyelidikan yang dilakukan Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Mimika, terdapat enam orang yang diduga terlibat dalam kasus pengeroyokan Soter. Namun, hasil pemeriksaan oleh penyidik, ternyata hanya lima orang yang terbukti kuat melakukan pemukulan.

Kepala Satreskrim Polres Mimika, AKP Hermanto kepada awak media di ruang kerjanya Kantor Pelayanan Polres Mimika di Jalan Cenderawasih, Selasa (9/3/2021), membeberkan lengkap kronologis kejadian pengeroyokan Soter hingga berujung kedatangan sekelompok warga atas laporan Soter mencari pelaku pengeroyokan. Kedatangan sekelompok warga itu berujung aksi penyerangan terhadap kios-kios yang berada di sekitar depan Depo Jober Pertamina.

Kejadia bermula ketika Soter diduga kuat sedang dipengaruhi minuman keras menghentikan mobil pick up yang dikemudikan oleh Ar alias Ansar, bersama didalam mobil itu terdapat Ih alias Irwansah. Keduanya pada saat itu sedang bekerja mengantar air galon di kawasan pelabuhan Nusantara Pomako.

Disaat mobil melintas di jalan pertigaan pelabuhan, tepatnya berdekatan dengan Kantor Polsek KP3 Laut, Soter menghentikan mobil. Ar yang mengemudikan mobil lalu berhenti. Soter mendekat, lalu bertanya kepada Ar “sudah mau naik kah?”. Kemudian dijawab oleh Ar “belum mau naik, masih mau antar air dulu”. Setelah menjawab pertanyaan Soter, Ar lalu menginjak gas untuk menjalankan mobil.

Saat mobil hendak jalan, tiba-tiba dari belakang Soter menendang bak belakang bagian kiri mobil, Ar pun langsung menghentikan mobil lalu keluar mendekati Soter dan bertanya “kenapa kau tendang mobil”. Setelah bertanya, Ar langsung melayangkan pukulan dengan tangan kosong ke arah Soter. Soter kemudian membalas memukul Ar, yang kemudian Ih berada bersama Ar ikut memukul Soter yang akhirnya diantara mereka terlibat adu mulut.

“Lalu Ar dan Ih pergi menuju depot air Cahaya Sidrap. Setelah sampai, Ar memberitahukan kepada As alias Anas bahwa ada masalah di bawah, pelabuhan,” ujar AKP Hermanto.

Berita Terkait
Baca Juga