Rusuh Pomako,Warga Tuntut Aparat Pelaku Penembakan Ganti Rugi Rp5 Miliar

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
Aksi pemalangan di Pomako masih berlangsung pasca rusuh, Minggu (7/3/2021) malam. (Foto: Saldi/Seputarpapua)
Aksi pemalangan di Pomako masih berlangsung pasca rusuh, Minggu (7/3/2021) malam. (Foto: Saldi/Seputarpapua)

TIMIKA | Warga Poumako, Distrik Mimika Timur, Mimika, Papua, hingga Senin (8/3/2021) siang masih memblokade jalan.

Aksi blokade jalan masih berlanjut karena warga menurun aparat yang diduga pelaku penembakan salah satu warga saat rusuh Poumako, Minggu (7/3/2021) malam.

Wakapolres Mimika, Kompol Sarraju, saat ditemui awak media di lokasi kejadian Senin siang membenarkan bahwa warga menyampaikan tuntutan kepada oknum yang melakukan penembakan terhadap salah satu warga.

“Itu yang mereka sampaikan. Menurut apa yang mereka sampaikan bahwa, yang melakukan penembakan itu di proses hukum, kemudian mereka minta tuntutan ganti rugi 5 M,” ungkap Kompol Sarraju.

Langkah pihak Kepolisian terkait hal tersebut adalah melakukan komunikasi dengan warga, bahwa terkait tuntutan mereka harus di komunikasikan lagi.

“Kami sampaikan ini hal yang perlu kita komunikasikan terkait dengan tuntutan itu. Kalau proses hukum, saya kira itu sudah jadi hal yang normatif di negara ini,” katanya.

“Tapi itukan ada tahapannya, ada tahapan penyelidikan, pemeriksaan, kemudian ada kesimpulan kalau memang ada hal-hal yang bersifat melangar hukum. Kalau memang ada, saya kira itu akan berjalan,” sambungnya.

Saat ini, warga yang menjadi korban penembakan oknum aparat tengah menjalani perawatan di RSUD Mimika.

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
Berita Terkait
Baca Juga