Satu Langkah Setelah Vaksinasi COVID-19

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
Ilustrasi (Foto: Sevianto/SP)
Ilustrasi (Foto: Sevianto/SP)

JAKARTA | Dunia berputar dalam rentang pandemi yang meresahkan. Meski terasa berat ketika melangkah, namun banyak yang tak menyadari bahwa masyarakat di Tanah Air telah setahun lamanya hidup berdampingan dengan COVID-19.

Silih berganti kabar berdatangan, baik kerabat yang berpulang atau pun mereka yang pulih dari infeksi virus corona jenis baru itu.

Semuanya memberikan pelajaran penting dan peringatan bahwa sejak hari ketika COVID-19 pertama diumumkan masuk ke Indonesia pada 2 Maret 2020, hidup tak lagi sama seperti sebelumnya.

Ketika mengingat kembali setahun silam, tiga orang anggota keluarga menjadi kasus pertama, kedua, dan ketiga COVID-19 di Indonesia dan mereka berhasil kembali sehat mengalahkan virus Sars Cov-2.

Dalam keterangan pers hari Jumat (5/3) di Kantor Presiden, juru bicara pemerintah dr. Reisa Broto Asmoro menjelaskan bahwa kemungkinan untuk sembuh dari COVID-19 selalu ada, sehingga diskriminasi dan stigma terhadap pasien sangat tidak perlu dan tidak layak dilakukan.

Oleh karena itu, vaksinasi menjadi hal yang sangat penting, termasuk ketika dr. Reisa menjelaskan sampai dengan hari ini, sudah lebih dari 2 juta orang telah menerima dosis vaksinasi COVID-19 pertama. Hal tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memvaksinasi 181,5 juta penduduk secara bertahap.

Sementara tiga hari yang lalu, telah tiba kiriman kelima vaksin Coronavac produksi Sinovac sebanyak 10 juta dosis melengkapi ketersediaan vaksin untuk menyukseskan vaksinasi tahap dua kepada pelayan publik.

Selain itu, dalam waktu dekat vaksin Astrazeneca yang didapatkan dari Covax Facility yang merupakan hasil kerja sama multilateral pengadaan vaksin juga akan segera datang secara bertahap.

Berita Terkait
Baca Juga