seputarpapua.com

Sayap Militer OPM Sandera Pesawat Susi Air di Puncak

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
ILUSTRASI | Pesawat Susi Air PK - BVY
ILUSTRASI | Pesawat Susi Air PK – BVY

TIMIKA | Sayap militer Organisasi Papua Merdeka (OPM) dilaporkan sempat menyandera pesawat Susi Air PK BVY di Lapangan Terbang Wangbe, Distrik Wangbe Kabupaten Puncak, Papua, Jumat (12/3/2021).

Pesawat jenis Pilatus Porter (PC-6 S1-9364) milik PT. Asi Pudjiastuti Aviation tersebut dituding mengangkut pasukan TNI/Polri ke pedalaman Papua yang kemudian menjadi motif penyanderaan.

Kepala Penerangan Kogabwilhan III, Kolonel Czi IGN Suriastawa mengutip keterangan Pilot Capt. Ian John Terrence Hellyer, bahwa dirinya dan 3 penumpang warga Papua sempat disandera selama 2 jam.

Pilot berkewarganegaraan Selandia Baru mengungkapkan, dia dan penumpangnya disandera oleh sekitar 30 orang KSB di Lapangan Terbang Wangbe pada sekitar pukul 06.20 WIT.

“Ketiga warga asli Papua adalah Ricky Dolame, Arikala Dolame dan Arike Wandikbo,” kata Suriastawa dalam keterangan pers, Sabtu (13/3/2021).

Berdasarkan keterangan pilot, lanjut Suriastawa, dua diantara puluhan KSB membawa senjata laras panjang. Namun, beruntung pilot dan 3 penumpang tidak mengalami tindak kekerasan selama disandera 2 jam.

“Walaupun memang mereka merasa khawatir akan keselamatannya, karena sempat ditodong senjata,” ujarnya.

KSB, kata dia, sempat mengancam agar pesawat maskapai Susi Air dilarang membawa penumpang aparat TNI/Polri. Selain itu, KSB juga menyampaikan kekecewaannya dengan Kepala Kampung karena tidak memberikan dana desa.

Lebih lanjut Suriastawa, penyanderaan berakhir setelah negosiasi antara penumpang dengan pihak KSB. Sekitar pukul 08.36 WIT Pesawat Susi Air PK BVY take off menuju Terminal UPBU Bandara Moses Kilangin Timika dan mendarat dengan aman.

“Meskipun tidak terjadi korban, namun kejadian ini menunjukkan aksi teror KSB di wilayah Papua, termasuk teror terhadap aktivitas penerbangan sipil. Dan kami selalu berkoordinasi erat dengan pihak Kepolisian,” katanya.

Berita Terkait
Baca Juga