SD Sempan Barat Buat Simulasi Pembelajaran Tatap Muka, Ini Langkahnya

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
CUCI TANGAN | Tempat cuci tangan yang disiapkan di depan sekolah. Foto: Anya Fatma/Seputarpapua
CUCI TANGAN | Tempat cuci tangan yang disiapkan di depan sekolah. (Foto: Anya Fatma/Seputarpapua)

TIMKA | SD Sempan Barat yang beralamat di Jalan Sam Ratulangi, Timika, Papua mulai membuat simulasi pembelajaran dengan sistim tatap muka.

Simulasi ini dilakukan berdasarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri yakni Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Kesehatan, Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri tanggal 20 November 2020 tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran Pada tahun Ajaran 2020/2021 dan Pada Tahun Akademik 2020/2021 dimasa Pandemi Corona Virus Desease 19 (COVID 19).

Meski belum ada instruksi pembelajaran tatap muka, SD Sempan Barat telah melakukan sejumlah persiapan guna mengantisipasi apabila sewaktu – waktu ada instruksi untuk pembelajaran tatap muka.

Berdasarkan pantauan seputarpapua.com, pihak sekolah menyiapkan berbagai sarana prasarana terkait dengan protokol kesehatan. Mulai dari berbagai edukasi terkait Covid 19 dalam bentuk baliho.

Kemudian, semua jarak diatur dengan jalurnya menggunakan tali sehingga terlihat teratur. Nantinya siswa yang masuk ke kelas diarahkan untuk langsung mencuci tangan.

Lalu disiapkan satu pondok untuk petugas yang bertugas mengukur suhu badan setiap siswa. Jika suhu tubuhnya normal, maka akan diarahkan untuk langsung masuk ke kelas. Kelas pun akan rutin disemprotkan desinfektan.

“Kami di SD ini sejak SKB 4 Menteri itu dikeluarkan kami sudah mengantisipasi dengan melakukan simulasi pembelajaran tatap muka,” kata Kepala SD Sempan Barat, Jems Parera saat ditemui seputarpapua di SD Inpres Sempan Barat, Senin (8/3/2021).

 

 

Dijelaskan pihaknya benar – benar menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Dimana jika nanti sudah mulai ada tatap muka, akan disesuaikan dengan peraturan yakni jumlah siswa dalam satu kelas hanya 25 persen dengan durasi waktu belajar tidak lebih dari 2 jam tanpa jam istirahat.

“Tidak ada jam istirahat masuk sampai pulang, langsung orang rumah jemput tidak boleh naik ojek. Orang rumah yang pastikan jemput di depan gerbang,” ujarnya.

Untuk itu, pihaknya pun sudah membuat video edukasi terkati simulasi tatap muka, sehingga jika ada tim gugus atau pemerintah yang datang ke sekolah untuk menanyakan kesiapan, pihaknya akan menunjukan video langkah – langkah yang telah disiapkan.

“Kami sudah ambil video mulai dari pintu gerbang masuk, seketika kalau memang dari dinas kesehatan mau turun ataupun mau melihat kesiapan sekolah kami punya video simulasi,” tuturnya.

Namun saat ini, Jems mengatakan pihak sekolah SD Inpres Sempan Barat tetap mengikuti anjuran pemerintah bahwa belum diperbolehkan tatap muka sehingga proses pembelajaran masih dengan Daring dan Luring.

“Proses belajar kami belum tatap muka karena kami ini adalah ranting kalau dinas memperbolehkan baru kami jalan,” serunya.

 

Reporter: Kristin Rejang/Anya Fatma
Editor: Batt
Berita Terkait
Baca Juga