Secercah Harapan Keluarga Penumpang KM Usaha Baru yang Tenggelam di Perairan Amar

KORBAN | Tim SAR evakuasi para korban selamat atas tenggelamnya KM Usaha Baru di perairan Distrik Amar, Kabupaten Mimika, Papua Tengah pada 5 Juli 2022. Foto: SAR Timika

TIMIKA | Meski Operasi SAR pencarian 11 korban KM Usaha Baru yang tenggelam di perairan Distrik Amar, Kabupaten Mimika, Papua Tengah pada 5 Juli 2022 telah ditutup pada Selasa, 12 Juli 2022, namun pihak keluarga korban masih memiliki secercah harapan saudara mereka dapat ditemukan meski dalam kondisi apapun.

Salah satu dari tujuh korban selamat dalam insiden tenggelamnya KM Usaha Baru bernama Ali Wahyudi, menyampaikan bahwa 11 korban yang belum ditemukan salah satunya adalah adik iparnya, yaitu bernama Suherman.

Ia mengatakan, Suherman, bersama dirinya bekerja di kampung Yapakopa, Distrik Mimika Barat Jauh sebagai operator sudah sekitar sebulan lebih, dengan bos atau majikan yang juga merupakan pemilik kapal KM Usaha Baru bernama Iksan atau kerap dipanggil Iccang. Iccang juga termasuk dalam 11 korban yang hingga kini belum ditemukan.

Bahkan, Ali juga mengakui bahwa bosnya itu disaat terjadi insiden tenggelamnya kapal, bosnya sempat memberikan pertolongan kepada sejumlah penumpang yang selamat. Hal yang sama juga disampaikan oleh salah satu ABK yang berhasil selamat.

Kini Ali masih menunggu hasil musyawarah dari pihak keluarga bos terkait rencana atau upaya selanjutnya menemukan keluarga mereka.

“Kemarin saya hubungi bapaknya bos itu, dia bilang masih bermusyawarah dengan keluarga. Jadi sementara ini saya sebagai korban juga masih menunggu dari pihak keluarga bos. Karena bos juga ikut, termasuk bos juga belum ditemukan. Dia itu sekaligus pemilik kapal juga,” terang Ali yang dihubungi Seputarpapua.com, Rabu (13/7/2022).

Ali juga berharap kepada Pemerintah dalam hal ini pihak dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Timika serta instansi lainnya, jika nanti ada ditemukan tanda-tanda terkait keberadaan dari para korban, pihak terkait dapat segera mengambil langkah cepat untuk pencarian dan penyelamatan korban.

“Kita sebagai keluarga, pihak korban, mudah-mudahan bisa ada titik terang, ada tanda-tanda, dan (korban) bisa didapat,” harapnya.

Sementara Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Timika, George L.M Randang yang ditemui awak media di Gedung DPRD Mimika mengatakan, penutupan operasi SAR lantaran selama tujuh hari pencarian tim belum menemukan adanya tanda-tanda keberadaan korban. Hanya saja beberapa jeriken yang dikenal berasal dari KM Usaha Baru ditemukan di sekitar atas kampung Akar.

Namun, Ia memastikan jika sewaktu-waktu mendapat informasi terkait keberadaan korban, maka pihaknya akan membuka kembali operasi SAR terkait tenggelamnya KM Usaha Baru yang sebelumnya bernama KM Semangat Baru.

“Yang pasti dari pemerintah sudah melakukan yang maksimal, dan saat ini belum dapat informasi dari kapal-kapal yang melintas,” kata George.

Tujuh korban selamat dari tenggelamnya KM Usaha Baru yakni Ali Wahyudi, Misya (anak 1,5 tahun), Jamil Reza, Langke, Suardi, Andreas (KKM) dan Asri.

Sementara 11 korban yang belum ditemukan yakni Iksan Taufik, Nurmina, Ilham (anak3 tahun), Rusli, Nurmala, Andis dan Wawan. Selanjutnya Denggau, Suherman, serta seorang KKM dan kapten kapal atau nakhoda.

Reporter: Saldi, Arifin
Editor: Batt

reporter : Arifin, Saldi
editor : Batt

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Seputar Papua. Mari bergabung di Grup Telegram “Seputarpapua.com News”, caranya klik link https://t.me/seputarpapua , kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.