Sekelompok Masyarakat Demo Minta Departemen CLO Freeport Dibubarkan

MEDIASI - Suasana mediasi di Mapolres Mimika terkait aksi demo damai sekelompok masyarakat menuntut pembubaran Departemen CLO Freeport. Foto: Muji/Seputarpapua
MEDIASI – Suasana mediasi di Mapolres Mimika terkait aksi demo damai sekelompok masyarakat menuntut pembubaran Departemen CLO Freeport. (Foto: Muji/Seputarpapua)

Sekelompok Masyarakat Demo Minta Departemen CLO Freeport Dibubarkan

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
MEDIASI - Suasana mediasi di Mapolres Mimika terkait aksi demo damai sekelompok masyarakat menuntut pembubaran Departemen CLO Freeport. Foto: Muji/Seputarpapua
MEDIASI – Suasana mediasi di Mapolres Mimika terkait aksi demo damai sekelompok masyarakat menuntut pembubaran Departemen CLO Freeport. (Foto: Muji/Seputarpapua)

TIMIKA | Sekelompok masyarakat sekitar 25 orang yang mengaku dari Kampung Tsinga, Waa-Banti, dan Aroanop, Selasa (16/02/2021) melakukan aksi damai di Office Building (OB) 1 PT Freeport di kawasan Kuala Kencana, Mimika, Papua.

Sekelompok masyarakat itu menuntut agar Departemen CLO PT Freeport Indonesia dibubarkan, dengan alasan tidak transparan dalam pengelolaan dana 1 persen.

Pada aksi demo, sekelompok warga membentangkan spanduk bertuliskan ‘Kami menuntut bubarkan Community Development PTFI dan Kami minta Mabes Polri segera memeriksa oknum-oknum yang mengelola dana 1 persen dan membuat masyarakat menderita’.

Serta tulisan ‘Dana 1 persen itu kemana?? Periksa Community’.

Namun aksi demo damai tersebut tidak berlangsung lama karena tidak mengantongi surat ijin dari pihak kepolisian. Sehingga semua pendemo dan perwakilan Manajemen PTFI diarahkan ke Mapolres Mimika, Jalan Agimuga, Mile 32 untuk dilakukan mediasi.

Kapolsek Kuala Kencana Iptu Y Sera Ayatanoi mengatakan, sekelompok warga juga menuntut bertemu dengan pemilik PTFI yang berada di Nola, Amerika Serikat.

Keinginan mereka bertemu dengan pemilik saham PTFI ini, guna menyampaikan aspirasi langsung tanpa adanya perantara.

“Mereka mau aspirasi yang sudah dikemas dalam bentuk surat tidak dikasihkan kepada siapapun, tapi dikasihkan langsung atau di fax kepada pemilik saham PTFI atau Presdir PTFI Tonny Wenas,” kata Kapolsek Kuala Kencana.

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
Berita Terkait
Baca Juga