Sekelompok Pendulang Emas Tradisional Blokade Jalan Tambang Freeport

NEGOISASI - Kapolsek Kuala Kencana Iptu Y Sera Ayatanoi saat bernegosiasi dengan sekelompok masyarakat terkait pemalangan di Mile 35 area pertambangan PT Freeport Indonesia. (Foto: Ist/SP)
NEGOISASI | Kapolsek Kuala Kencana Iptu Y Sera Ayatanoi saat bernegosiasi dengan sekelompok masyarakat terkait pemalangan di Mile 35 area pertambangan PT Freeport Indonesia. (Foto: Ist/SP)

TIMIKA | Sekelompok masyarakat pendulang emas tradisional memblokade jalan tambang PT Freeport Indonesia, Mimika, Papua, Jumat (22/1/2021), pukul 07.30 WIT.

Aksi yang dilakukan lima orang ini tepatnya di Tanggul Barat, Mile 35.

Mereka menuntut agar dipekerjakan, seperti pendulang lainnya. Dengan alasan, lokasi pendulangan mereka sudah masuk lokasi pekerjaan dari Kontraktor Departemen TRMP.

“Memang benar, tadi pagi sekitar pukul 07.30 WIT sekelompok masyarakat pendulang yang dipimpin oleh Kaleng Tabuni melakukan pemalangan di Mile 35,” kata Kapolsek Kuala Kencana Iptu Y Sera Ayatanoi saat dikonfirmasi melalui telepon selulernya.

Iptu Sera menjelaskan, aksi yang dilakukan pendulangan ini dengan cara berdiri di tengah jalan dan melarang alat berat dari Departemen TRMP memasuki area lokasi pendulangan.

Security PT Freeport Indonesia kemudian menginfomasikan ke Polsek Kuala Kencana, sehingga dirinya dan anggota dibantu BKO Brimob Polda Maluku ke tempat kejadian perkara (TKP).

IKLAN-TENGAH-berita

Di TKP, pihaknya melakukan mediasi untuk tidak melakukan perbuatan tersebut karena merupakan tindakan yang melanggar hukum.

“Ya pada dasarnya, pemalangan ini terjadi karena sudah ada janji dari pihak terkait bahwa akan mempekerjakan mereka. Tapi belum ada jawaban dari Management PTFI. Sehingga, mereka melakukan pemalangan,” terangnya.

Prev1 of 2

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
INFOGRAFI IGbar
BERITA TERKAITbar
BERITA VIRALbar
BERITA UTAMAbar
BERITA PILIHANbar
BERITA POPULERbar