seputarpapua.com

Sekolah Tatap Muka Dimulai 22 Maret, Siswa Tidak Pindah Tempat Duduk Sampai Lulus

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
RAPAT | Suasana rapat membahas sekolah tatap muka. (Foto: Kristin Rejang/Seputarpapua)
RAPAT | Suasana rapat membahas sekolah tatap muka. (Foto: Kristin Rejang/Seputarpapua)

Menurut Jeni, sekolah tatap muka hanya bagi kelas 6 SD dan 9 SMP untuk persiapan menuju ke ujian akhir, dengan syarat jumlah siswa 50 persen dalam satu kelas.

Kepala sekolah juga harus membuat SK Satgas Covid- 19 tingkat sekolah yang melibatkan guru – guru. Seperti guru olahraga, dan beberapa guru lainnya yang tidak terlalu aktif mengajar dalam masa pandemi.

“Staff tata usaha juga dilibatkan dalam Satgas ini,” ujar Jeni.

Sekolah juga harus menyiapkan perlengkapan protokol kesehatan, seperti tempat cuci tangan, hand sanitizer, thermogun, masker.

Disampig itu, kata Jeni, ruang kelas harus ditata baik dengan memperhatikan jarak bangku dan sirkulasi udara.

Siswa yang duduk di bangku tidak boleh pindah – pindah bahkan sampai mereka ujian dan lulus.

“Satu anak diusahakan dapat jatah dalam satu minggu sekolah cukup tiga hari. Dalam satu hari jam belajar hanya dua jam pelajaran dan dua mata pelajaran tanpa ada istirahat,” ujar Jeni.

Mantan penjabat Sekda Mimika ini juga mengingatkan kepada para guru agar saat mengajar usahakan jangan menyentuh anak, jaga jarak, dan harus menggunakan masker.

“Orang tua juga harus jemput anak, ini harus disosialisasikan ke orang tua, supaya jangan ada kerumunan di sekolah, pastikan anak dari sekolah langsung pulang. Kalau orang tua tidak sempat langsung arahkan untuk naik ojek dan pulang,” tutur Jeni.

Dalam rapat tersebut juga Jeni mengharapkan agar semua warga sekolah baik guru, security, staf sekolah, bahkan siswa agar bisa mengikuti vaksinasi.

 
Reporter: Kristin Rejang
Editor: Aditra
Berita Terkait
Baca Juga