Selama Pandemi Corona, 62 Narapidana Lapas Timika Dibebaskan

Kepala Lapas Kelas IIB Timika, Marojahan Doloksaribu. Foto: Sevianto/SP
Kepala Lapas Kelas IIB Timika, Marojahan Doloksaribu. (Foto: Sevianto/SP)

TIMIKA | Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Timika, Papua, sejauh ini telah membebaskan 62 narapidana melalui program asimilasi dan integrasi di tengah pandemi virus corona (Covid-19).

“Memang ada program asimilasi di masa pandemi Covid-19 berdasarkan Permen No 10 tahun 2020. Sudah 62 orang kita bebaskan,” kata Kepala Lapas Kelas IIB Timika Marojahan Doloksaribu, di Timika, Jumat (14/8).

Marojahan mengatakan, 62 warga binaan itu mendapat asimilasi secara bertahap, mulai tanggal 2 Mei dan terakhir seorang narapidana dibebaskan pada 10 Agustus lalu.

Ada pun asimilasi adalah pembinaan narapidana dewasa dan anak dengan membiarkan mereka hidup berbaur di lingkungan masyarakat.

Sementara integrasi adalah narapidana yang telah memenuhi syarat-syarat pembebasan bersyarat, cuti bersyarat, dan cuti menjelang bebas.

Hal ini telah diatur dalam Peraturan Menkumham Nomor 10 Tahun 2020 tentang Syarat Pemberian Asimilasi dan Hak Integrasi Bagi Narapidana dan Anak Dalam Rangka Pencegahan dan Penanggulangan Penyebaran Covid-19.

IKLAN-TENGAH-berita

Narapidana yang dibebaskan bukan yang terjerat kasus korupsi, narkotika, terorisme, kejahatan keamanan negara, kejahatan HAM, kejahatan transnasional, dan warga negara asing.

“Mereka yang mendapat asimilasi umumnya kasus kriminal, beberapa kasus narkoba dengan pidana di bawah 5 tahun dan sudah menjalani setengah masa pidana,” kata Marojahan.

Prev1 of 2

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on email
INFOGRAFI IGbar
BERITA TERKAITbar
BERITA VIRALbar
BERITA UTAMAbar
BERITA PILIHANbar
BERITA POPULERbar